Cina janjikan bantuan untuk prasarana

Sumber gambar, AFP
Perdana Menteri Cina mengatakan akan memberikan bantuan senilai US$9 miliar untuk membantu pengembangan infrastruktur Indonesia dan $10 miliar lagi untuk kredit ekspor.
Wen Jiabao mengatakan hal itu setelah bertemu dengan presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta Jumat (29/04) dalam kunjungan yang ditujukan untuk meningkatkan perdagangan, investasi dan hubungan kebudayaan.
"Cina dan Indonesia memegang peranan kunci dan kedua negara memiliki potensi pasar besar. Jadi kami perlu meningkatkan strategi pembangunan dan memperluas keuntungan bersama," kata Wen.
Wen Jiabao yang berkunjung ke Indonesia selama dua hari menggambarkan pertemuan dengan Yudhoyono berlangsung secara bersahabat dan terus terang.
Ia mengatakan Cina juga akan memberikan bantuan senilai $154 juta untuk kerjasama maritim.
Terobosan Wen Jiabao
Menteri Perindustrian MS Hidayat menggambarkan kunjungan Wen Jiabao ke Indonesia ini sebagai terobosan yang dapat membuka jalan investasi langsung Cina sebagai langkah mengurangi defisit perdagangan.
Defisit perdagangan semakin besar menyusul perjanjian perdagangan bebas antara Cina dan ASEAN yang mulai berlaku tahun lalu. Perjanjian ini menyebabkan membanjirnya produk-produk Cina mulai dari buah sampai mainan.
"Kita tidak dapat menggantungkan pada perdagangan saja karena kita menghadapi dominasi Cina dan itu dapat mengganggu perdagangan dalam negeri," kata MS Hidayat kepada kantor berita Reuters.
Indonesia mengalami surplus perdagangan senilai $1,7 miliar dengan Cina tahun 2006 namun angka ini menjadi defisit tahun 2008 dan menjadi $4,7 miliar tahun lalu.
Cina merupakan mitra dagang terbesar Indonesia dengan nilai transaksi bilateral hampir $34 miliar tahun lalu. Namun total investasi Cina dalam sektor manufaktur senilai $170 juta.
Baik Cina dan Amerika Serikat berupaya mencari peluang investasi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.





























