Kamboja petisi PBB tentang perbatasan

Kamboja

Sumber gambar, afp

Keterangan gambar, Pasukan Kamboja dan Thailand berkemah di sepanjang perbatasan

Kamboja mengajukan petisi kepada pengadilan tertinggi PBB untuk mengklarifikasi keputusan pertikaian perbatasan, sementara seorang tentara Thailand tewas dalam bentrokan dengan pasukan Kamboja.

Tentara Thailand tersebut menjadi korban ke-18 dalam pertempuran selama 12 hari.

Hari Senin penduduk yang mengungsi mulai kembali ke rumah mereka karena bentrokan sudah mereda meskipun tembak-menembak terus berlangsung sampai malam hari.

Kamboja menginginkan Mahkamah Keadilan Internasional (ICJ) menjelaskan keputusannya tentang kepemilikan kuil di puncak bukit.

Tahun 1962, pengadilan memberikan kepemilikan kuil Preah Viehar kepada Kamboja berdasarkan peta seabad lalu. Thailand tidak mempertanyakan kepemilikan kuil tetapi menyatakan daerah sekitar kuil sebagai wilayahnya.

Pertempuran baru-baru ini sebagian besar terjadi di dua kuil yang terletak sekita 150 km dari Preah Vihear.

Preah Vihear tetap menjadi simbol utama pertikaian dan membangkitkan nasionalisme di kedua pihak.

Masalah genting

Preah Vihear

Sumber gambar, none

Dalam dokumen yang diajukan ke pengadilan, Kamboja meminta klarifikasi arti dan cakupan keputusan tentang kuil Preah Vihear.

Penjelasan tersebut dapat dijadikan "dasar keputusan terakhir pertikaian", demikian kutipan pada situs internet ICJ.

Mereka meminta mahkamah untuk segera bertindak karena gentingnya keadaan.

Pertikaian terjadi antara Thailand dan Kamboja karena Unesco memberikan Status Warisan Dunia kepada kuil tersebut pada tahun 2008.

Perang terakhir terjadi tanggal 22 April di sekitar kuil Ta Moan dan Ta Krabey yang berada di hutan yang diklaim kedua negara.

Gencatan senjata disepakati tanggal 28 April tetapi pertempuran terus berlangsung, meskipun sejumlah pejabat mengatakan keadaan sudah mereda.