Data jutaan pelanggan Playstation dicuri

Sumber gambar, Reuters
Sony menyatakan setidaknya data 25 juta pelanggan Playstation ekstra kemungkinan telah dibajak.
Penjelasan ini mengemuka saat perusahaan ini mengadakan sejumlah penyelidikan.
Untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut, Senin kemarin layanan Sony Online Entertainment (SOE) ditutup.
Pekan lalu Sony mengakui data pribadi 77 juta pelanggan Playstation telah dicuri oleh para peretas atau hacker.
'Serangan internet'
Dalam sebuah pesan kepada para pelanggannya, Sony mengatakan ''Kami sebelumnya meyakini kalau data pelanggan SOE tidak terdapat dalam serangan internet ke perusahaan.''
Bagaimanapun, ditambahkan kalau '' pada tanggal 1 Mei kami menyimpulkan kalau data pelanggan SOE kemungkinan telah dicuri''.
Dikutip dari kantor berita Associated Press (AP) Sony mengatakan insiden terakhir terjadi pada tanggal 16 dan 17 April.
Dijelaskan kalau data dari hampir 11.000 pelanggan di Austria, Spanyol, Belanda dan Jerman dicuri, demikian halnya dengan data kartu kredit 13.000 pelanggan non AS lainnya.
Menurut Sony, data yang dicuri termasuk nama, alamat dan kata kunci, termasuk sejumlah data kartu debit dan kredit, tanggal kadaluarsa dan angka keamanannya.
Bagaimanapun, Sonny menambahkan kalau informasi tersebut dalam bentuk sandi.
Juru bicara Sony Taina Rodriguez mengatakan sejauh ini belum ada informasi terkait kemungkinan data yang dicuri dipakai untuk penggelapan keuangan.





























