Sedikitnya 13 orang tewas di Suriah

Sumber gambar, Reuters
Setidaknya 13 orang tewas dalam protes anti pemerintah di sejumlah kota di Suriah, seperti disampaikan oleh aktivis HAM.
Pegiat HAM menyebutkan setidaknya enam orang tewas di Homs dan Hama.
Sementara itu penahanan sejumlah warga juga terjadi di Damaskus.
Pemerintah Presiden Bashar al-Assad mengatakan telah melakukan tindakan tegas untuk melawan teroris dan kriminal.
Lebih dari 500 orang diperkirakan tewas sejak pasukan keamanan mulai melakukan tindakan keras untuk membubarkan protes anti pemerintah yang terjadi sejak pertengahan Maret.
Dalam pernyataannya Jumat (6/5) lalu, AS mengatakan mengutuk tindakan pemerintah Suriah yang menggunakan kekerasan dan penahanan terhadap pemrotes.
"Kami kembali memberi penghormatan kepada keberanian pemrotes di Suriah untuk meminta hak mereka untuk mengekspresikan diri dan kami meyatakan penyesalan atas korban tewas," Kata Gedung putih.
Negara-negara Uni Eropa menjatuhkan larangan bepergian ke Suriah kepada warganya dan membekukan aset milik sekitar 13 tokoh Suriah yang terlibat dalam aksi kekerasan yang menyebabkan 2.500 orang ditahan.
Sanksi akan diberlakukan pada akhir bulan ini setelah disepakati oleh pemimpin negara.
Langkah Uni Eropa itu disambut baik oleh AS, yang memperingatkan Pemerintah Suriah akan respon dari kalangan internasional.
Meski demikian, PBB mengatakan Suriah setuju untuk mengijinkan tim kemanusiaan untuk memasuki negara itu.
Pasukan tentara dan kendaraan militer telah ditarik mundur dari Kota Deraa, setelah pembunuhan besar-besaran dilakukan selama 10 hari di kota itu, seperti disampaikan oleh organisasi HAM.
Di sejumlah wilayah di Suriah, pemrotes telah meminta hak politik dan kebebasan individu.
Sebagian mendesak agar pemerintah yang berkuasa mundur dari jabatannya.
Kerusuhan yang terjadi di Suriah merupakan tantangan yang serius bagi Presiden Assad sejak mengambilalih kekuasaan dari ayahnya Hafez pada 2000.
Sulit untuk memverifikasi laporan tentang jumlah korban dalam kerusuhan yang terjadi di Suriah, karena wartawan asing tidak diijinkan untuk memasuki negara itu.





























