Bantah tahu menahu, Pakistan usut penyusupan Osama

Pidato PM Yusuf Raza Gilani mendapat perhatian luas di Pakistan

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Pidato PM Yusuf Raza Gilani mendapat perhatian luas di Pakistan

Pemerintah Pakistan menyelidiki bagaimana Osama Bin Laden bisa bermukim di sana tanpa diketahui, kata Perdana Menteri Yusuf Raza Gilani di parlemen.

Namun, dia bersikukuh bahwa tuduhan bahwa Pakistan tahu menahu soal keberadaan Bin Laden dan tidak becus itu ''absurd''.

Presiden AS Barack Obama meminta Pakistan menyelidiki dugaan bahwa ada jaringan yang menmbantu Bin Laden bertahan di Pakistan.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan ketika tampil di acara 60 minutes yang disiarkan oleh CBS pada hari Minggu (8/5) Obama mengatakan sulit mengetahui apakah ada pejabat tahu menahu keberadaan.

Dalam pernyataan kepada anggota parlemen hari Senin (9/5) soal penggerebekan oleh pasukan khusus Amerika yang akhirnya menewaskan Bin Laden pekan lalu, Gilani mengatakan Letnan Jenderal Javed Iqbal akan memimpin investigasi atas kegagalan mendeteksi keberadaan Bin Laden.

''Kami bertekad untuk mengusut tuntas bagaimana, kapan dan penyebab keberadaan OBL di Abbottabad," kata Gilani.

PM Pakistan tegas-tegas membela catatan prestasi Pakistan dalam memerangi terorisme, dengan menyoroti ''pengorbanan yang ditebus'' oleh warga sipil dan militer, dan jumlah militan al-Qaida yang terbunuh, atau ditangkap.

Sudah lama ada kecurigaan bahwa seseorang di jajaran dinas intelijen Pakistan, ISI, yang memiliki sejarah panjang dalam menjalin hubungan dengan kelompok-kelompok militan, mungkin telah tahu tempat Bin Laden bersembunyi.

Namun, Gilani mengatakan kepada anggota parlemen bahwa ISI, dan militer Pakistan mendukung dan mempercayai penuh pemerintah.

Pelanggaran kedaulatan

Menurut Gilani, penggerebekan Amerika ''pelanggaran kedaulatan'', dan secara tersirat menyatakan Washington turut menciptakan al-Qaida ketika Afghanistan diduduki Uni Soviet.

Amerika Serikat kemudian menyebarkan para pejuang al-Qaida dengan strategi militer ''cacat'' ketika berupaya menangkap Bin Laden di pegunungan Tora Bora pada tahun 2001, tambah Gilani.

''Kami tidak mengundang al-Qaida ke Pakistan,'' tegas sang PM, seraya mengatakan kegagalan untuk menemukan Bin Laden selama 10 tahun adalah akibat ''kegagalan intelijen ...semua badan intelijen dunia'' dan saling tuding tidak mendatangkan manfaat apa-apa''.

Dia menambahkan: ''Pimpinan al-Qaida, bersama dengan para operator al-Qaida lain, sudah lama berhasil menghindari badan-badan intelijen sedunia. Dia dilacak terus-menerus, tidak hanya oleh ISI, tapi juga badan-badan intelijen lain''.

''Justru ISI-lah yang meneruskan informasi awal kepada CIA yang memungkinkan dinas intelijen menggunakan aset teknologi canggih dan berkonsetrasi ke kawasan Osama Bin Laden akhirnya ditemukan,'' katanya.

Meski mengecam Amerika Serikat, PM Pakistan juga mengatakan Washington tetap merupakan sekutu utama negaranya.

''Kita memiliki kemitraan strategis yang kami yakin demi kepentingan bersama kita,'' katanya.