Operator nuklir minta bantuan pemerintah

Puluhan pengungsi diperkenankan pulang sebentar ke desa mereka, Kawauchi

Sumber gambar, B

Keterangan gambar, Puluhan pengungsi diperkenankan pulang sebentar ke desa mereka, Kawauchi

Operator reaktor nuklir Fukushima Daiichi telah meminta bantuan pemerintah Jepang untuk memberikan kompensasi kepada korban krisis radiasi.

Tokyo Electric Power Company (Tepco) mengatakan telah mengajukan permohonan tertulis resmi kepada Menteri Ekonomi, Banri Kaieda.

PLTN tersebut rusak berat akibat gempa dan tsunami 11 Maret.

Lebih dari 80.000 warga hidup dalam radius dalam radius 20km dari PLTN tersebut diungsikan dari rumah mereka.

Banyak pabrik dan lahan pertanian di dalam radius yang sama juga harus dikosongkan.

Total nilai klaim kompensasi belum dipastikan, namun para analis menyatakan jumlah kompensasi mungkin lebih dari US$100 miliar.

Presiden TEPCO, Masataka Shimizu meminta bantuan keuangan dari pemerintah Jepang. Sebagai imbalan, mereka bersedia melakukan program pembangunan kembali kawasan, lapor wartawan BBC Roland Buerk dari Tokyo.

Mereka juga akan memangkas gaji para direktur dan karyawan. Di PLTN sendiri, beberapa karyawan bersiap untuk memasang sistem pendingin baru.

Meski demikian, proses untuk mengoperasikan kembali PLTN yang rusak parah akibat gempa dan tsunami tersebut bisa memakan waktu berbulan-bulan.

Sejauh ini belum ada perkiraan kapan warga akan pulang ke tempat asal mereka.

Hari Selasa, sekitar 100 pengungsi diizinkan kembali ke desa Kawauchi, yang termasuk daerah yang dinyatakan tertutup di sekitar PLTN, selama dua jam.

Mereka datang dengan mengenakan pakaian pelindung dan masker.

Setelah mengumpulkan barang-barang milik mereka, para pengungsi diantar kembali tempat penampungan sementara.