Penjahat perang Nazi dihukum penjara

John Demjanjuk

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Keluarga John Demjanjuk menyatakan kondisi kesehatannya buruk

Pengadilan Jerman menyatakan John Demjanjuk bersalah karena terlibat dalam pembunuhan paling tidak 28.000 warga Yahudi di kam Nazi dalam Perang Dunia II.

Ia dihukum lima tahun penjara, satu tahun lebih ringan dibandingkan tuntutan jaksa.

Jaksa menyatakan Demjanjuk yang lahir di Ukraina 91 tahun lalu adalah penjaga kam Sobibor di Polandia tahun 1943.

Demjanjuk menyanggah pernah menjagi penjaga kam dan mengatakan ia adalah tahanan perang Nazi dan bahwa ia adalah korban juga.

Pengacara Demjanjuk mengatakan mereka akan mengajukan banding atas keputusan itu.

Sejauh ini tidak jelas apakah hukuman Demjanjuk akan dikurangi masa tahanan yang telah ia lalui.

Ia ditahan sejak diekstradisi dari Amerika Serikat tahun 2009.

Setelah perang Demjanjuk tinggal di Amerika Serikat dan bekerja di pabrik mobil Ohio dan kemudian menjadi warga negara Amerika Serikat.

Demjanjuk dilaporkan tidak bereaksi saat hukuman dibacakan.

Argumen hukum pertama di Jerman

Kartu Demjanjuk

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Kartu Demjanjuk sebagai pengawal kam

Demjanjuk lahir di Ukraina tahun 1920 dan dibesarkan pada saat Soviet berkuasa.

Ia menjadi serdadu Tentara Merah tahun 1942 dan kemudian ditangkap oleh Jerman.

Jaksa menyatakan ia direkrut oleh Jerman dan menjadi pengawal kam SS. Petugas kam Nazi dianggap terlibat dalam pembunuhan warga Yahudi.

Inilah untuk pertama kalinya argumen legal seperti ini diajukan di pengadilan Jerman.

"Pengadilan yakin bahwa terdakwa...pernah menjadi pengawal di Sobibor dari tanggal 27 Maret 1943 sampai pertengahan September 1943," kata hakim Ralph Alt.

"Sebagai pengawal ia turut serta dalam pembunuhan paling tidak 28.000 orang," katanya.

Sekitar 250.000 orang tewas di kamar gas Sobibor.

Demjanjuk telah mendekam selama delapan tahun di penjara Israel.

Pada tahun 1980-an, pengadilan Israel menyebutnya sebagai "Ivan si Pengacau", pengawal sadis di kam Treblinka dan dijatuhi hukuman mati.

Hukumannya dicabut setelah muncul bukti baru yang menunjukkan bahwa seorang warga Ukraina lain yang bertanggung jawab.