Jepang tutup PLTN Hamaoka

Sumber gambar, BBC World Service
Jepang telah menutup pembangkit listrik tenaga nuklir yang dianggap rawan terhadap bencana alam.
PLTN Hamaoka berada di wilayah yang dianggap kalangan ilmuwan akan terjadi gempa besar.
Reaktor ini kemungkinan ditutup selama beberapa tahun selama pembangunan dinding baru dekat laut dan perlengkapan keselamatan lainnya.
Penutupan PLTN ini dikhawatirkan memperburuk penyediaan tenaga listrik di Jepang.
Pemerintah Jepang meminta agar PLTN ini ditutup setelah krisis nuklir di PLTN Fukushima yang rusak akibat gempa besar dan tsunami bulan Maret.
Hamaoka yang terletak 200 kilometer barat daya Tokyo ini melayani sebagian besar industri Jepang.
Demonstrasi
Sementara itu di Tokyo lebih dari 200 orang menyerykan penutupan semua PLTN.
Miyako Tsukagoshi yang ikut berunjuk rasa mengatakan, "Saya di berada di sini karena saya khawatir setiap hari karena banyak terjadi gempa di Jepang. Anda tidak tahu kapan gempa akan terjadi lagi." Menurut Tsukagoshi, saat pemerintah mengumumkan Hamaoka reaktor akan ditutup, dirinya senang.
Namun tidak seperti dikatakan Chubu Electric Power Company akan menghentikan reaktornya, lanjut Tsukagoshi
"Mereka berjanji untuk mengoperasikan reaktor lagi begitu dinding tsunami selesai, jadi kami tidak akan puas menerimanya," katanya.
Sementara itu wartawan BBC di Tokyo mengatakan seorang pekerja PLTN Fukushima meninggal di tengah upaya memulihkan reaktor masih terus berlanjut.
Pria berusia 60-an itu terjatuh ketika membawa peralatan sambil menggunakan pakaian pelindung.
Inilah korban meninggal pertama di PLTN sejak terjadinya tsunami.
Operator PLTN mengatakan dia baru memasuki hari kedua di tempat itu dan tidak terkena radiasi pada tingkat yang berbahaya.





























