Perompak Somalia dihukum Korsel

Sumber gambar, none
Seorang perompak Somalia dipenjarakan seumur hidup oleh pengadilan Korea Selatan karena berusaha membunuh kapten kapal yang dibajak.
Mahomed Araye adalah satu dari beberapa warga Somalia yang ditangkap bulan Januari ketika pasukan khusus Korsel menggerebek kapal barang yang dibajak di Laut Arab.
Pria kedua dihukum 15 tahun, dua lainnnya dipenjarakan 13 tahun.
Pengadilan ini merupakan usaha pertama Korea Selatan untuk menghukum perompak asing.
Pengadilan di kota pelabuhan Busan memutuskan hanya Araye yang terlibat penembakan Kapten Seok Hae-Kyun yang saat ini masih dirawat di rumah sakit.
Tameng hidup
Jaksa menuntut hukuman mati bagi Araye dan hukuman penjara seumur hidup bagi rekan-rekannya. Mereka memandang perompak menggunakan sandera sebagai tameng hidup saat pasukan Korea Selatan beroperasi.

Sumber gambar, AFP
Delapan perompak tewas, lima orang ditahan dalam aksi menguasai kembali kapal Samho Jewelry milik Korea Selatan tanggal 15 Januari, enam hari setelah dirompak.
Tim pembela menyatakan bukti balistik yang mengaitkan Araye dengan penembakan kapten sangat lemah. Tidak seorang pun melihat penembakan.
Jaksa juga mengatakan pria Inggris yang bekerja dalam bisnis asuransi menghubungi perusahaan perkapalan Samho tidak lama setelah penculikan. Dia diduga menjadi mediator bagi kemungkinan kesepakatan dengan perompak.
Pria kelima diadili terpisah dan akan divonis minggu depan.
Teluk Aden yang berada di antara Yaman dan Somalia adalah salah satu jalur perkapalan paling sibuk di dunia dan menjadi salah wilayah tempat banyak terjadi perompakan.





























