PM Jepang dihadang mosi tidak percaya

Perdana Menteri Jepang, Naoto Kan (tengah) sedang berbicara dalam sebuah rapat kabinet.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Perdana Menteri Jepang, Naoto Kan (tengah) sedang berbicara dalam sebuah rapat kabinet.

Perdana Menteri Jepang, Naoto Kan dihadang mosi tidak percaya dan menolak seruan dari oposisi untuk mengundurkan diri.

Mosi tersebut mengkritik cara Naoto Kan menghadapi krisis radiasi nuklir Fukushima dan tsunami yang menghantam Jepang di bulan Maret lalu.

Bila PM Kan kalah menghadapi mosi tidak percaya, maka ia terpaksa harus mengundurkan diri atau melakukan pemilu.

Beberapa laporan mengatakan sejumlah anggota partai Demokrat - mesin politik Kan - akan mendukung mosi tidak percaya melawan Kan.

Saingan Kan dari satu partai, Ichiro Ozawa, mengatakan ia akan mendukung mosi tidak percaya melawan Kan,begitu pula mantan perdana menteri Yukio Hatoyama, kantor berita Kyodo melaporkan.

Mosi tidak percaya ini adalah inisiatif dari partai oposisi Demokrat Liberal (LDP), dan beberapa partai kecil pendukung oposisi. Partai komunis Jepang juga akan mendukung mosi tersebut.

LDP telah menuduh Kan salah manajemen dalam melakukan rekonstruksi dan penggalangan bantuan terkait tsunami dan radiasi nuklir Fukushima.

Ketua LDP Sadakazu Tanigaki mengatakan kepada Kan di dalam gedung parlemen," Anda tidak punya kebijakan pribadi ataupun kemampuan untuk menyatukan anggota partai anda sendiri. Saya serukan anda untuk mengundurkan diri"

"Kepergian anda akan membuka banyak cara untuk bersatu, dan menghidupkan kembali Jepang tanpa mengenal batas partai "

Perdana Menteri Kan mengatakan tidak akan mengundurkan diri.

"Apa yang diharapkan oleh rakyat adalah bagaimana kita bisa bekerja bersama untuk mencapai tujuan rekonstruksi dan menyelesaikan krisi nuklir, menyetop kontaminasi di reaktor nuklir," ujar Kan.

"Saya harus menjawab kebutuhan ini dan ini merupakan tanggung jawab saya," Kan menambahkan.