Bentrok di Yaman, 15 tewas

yaman

Sumber gambar, none

Paling tidak 15 orang tewas karena bentrokan sengit antara pasukan pemerintah dan pihak perlawanan di kota Zinjibar, Yaman selatan.

Kekerasan, menurut para pejabat, dilakukan milisi al-Qaida dan terjadi beberapa hari setelah Presiden Ali Abdullah Saleh meninggalkan negara itu karena terluka akibat serangan terhadap kompleksnya.

Muncul juga sejumlah laporan tentang kekerasan di kota terbesar kedua, Taiz.

Kantor berita AFP melaporkan tempat tersebut sekarang dikuasai lawan pemerintah.

"Kami kelompok suku, mendukung kelompok tertindas dan menentang pemerintahan yang tidak sah...telah beroperasi di sekitar kompleks pemerintah...yang sekarang kami kuasai untuk melindungi dari penjahat," kata Sheikh Hammoud Saeed al-Mikhlafi pimpinan dewan suku di Taiz kepada AFP lewat telfon.

Desakan peralihan kekuasaan

AP melaporkan bentrokan terjadi di dekat istana presiden di Taiz. Tembakan tank di dekat istana meledak di pemukiman sekitarnya. Empat orang tewas, tiga diantaranya anak-anak, lapor kantor berita.

Hari Senin, Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton mendesak dilakukannya "peralihan secara damai dan teratur" dari presiden yang sudah memimpin selama 33 tahun.

Negara-negara Barat khawatir krisis Yaman akan memperkuat kelompok al-Qaida di Yaman.

Saleh pergi ke Arab Saudi akhir minggu untuk menjalani operasi karena terluka dalam serangan hari Sabtu di ibu kota Sanaa.