Ambisi ASEAN tergantung Cina dan AS

Jakarta untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah Forum Ekonomi Dunia, Asia Timur.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Jakarta untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah Forum Ekonomi Dunia, Asia Timur.
    • Penulis, Dewi Safitri
    • Peranan, Producer BBC Indonesia

Tekad untuk menjadikan ASEAN sebagai perekonomian terbesar ke-10 di dunia setelah terbentuknya Masyarakat Ekonomi ASEAN tahun 2015, akan sangat tergantung pada peran Cina dan AS.

Dua raksasa ekonomi dunia itu menjadi dua mitra dagang dan ekonomi yang sangat kuat bagi 10 negara ASEAN dan karena itu peran keduanya di kawasan akan sangat menentukan masa depan ekonomi ASEAN.

Pernyataan ini muncul dari pidato pembukaan serta sesi diskusi dalam upacara pembukaan resmi Forum Ekonomi Dunia, WEF, di Jakarta yang dibuka Minggu (12/06).

Menurut PM Singapura Lee Hsien Long yang hadir mendampingi Presidem Susilo Bambang Yudhoyono di atas panggung, ASEAN punya hubungan sejarah yang panjang dengan Cina dan AS. Karena itu ASEAN perlu menjaga hubungan baik dengan keduanya agar momentum pertumbuhan di kawasan terhjaga.

"Tetapi sangat penting (bagi ASEAN) agar Cina punya hubungan baik dengan AS, supaya kita lebih muda membina hubungan baik dengan keduanya," kata Perdana Menteri Lee.

Meski diwarnai perang mata uang, hubungan dua pemain utama ekonomi global itu menurut Lee saat ini belum menjuru pada memburuknya ekonomi ASEAN karena keduanya masih mencoba mencari titik temu.

Pemecahan konflik

Sementara dalam pidato pembukaannya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan pentingnya upaya mengatasi konflik pada tingkat regional demi kelanjutan tata ekonomi Asia dan dunia.

"Kita bisa mencari cara kreatif untuk mengubah konflik menjadi potensi kerjasama apakah itu di kawasan sungai Mekong maupun Laut Cina Selatan," kata Presiden SBY.

Ini adalah juga merupakan inti pidatonya saat berbicara di depan KTT ASEAN bulan lalu, ditengah pecahnya konflik di kawasan Timur Tengah serta konflik regional akibat bentrok perbatasan Thailand-Kamboja.

"Sebagai benua dengan salah satu tingkat peradabaan tertua di dunia, adalah ironis kalau kita di Asia tidak dapat menemukan cara damai dan efektif dalam menghadapi konflik."

Ekonomi Asia tumbuh sangat pesat terutama didukung pertumbuhan luar biasa ekonomi Cina dan India.

Bersama Indonesia, ketiga negara ini memiliki catatan pertumbuhan ekonomi tertinggi dalam negara anggota G-20.

Untuk tumbuh lebih tinggi, ASEAN perlu mengikuti jejak sukses India dan Cina, kata PM Lee Hsien Long.

"Kalau mau jadi bagian dari kisah sukses Asia, jelas kita perlu lebih terlibat dalam pertumbuhan ekonomi sesama anggota ASEAN tetapi juga dengan pertumbuhan yang dialami India dan Cina."

Saat ini Asia menjadi rumah bagi 60 persen dari 7 miliar warga dunia, sementara ASEAN dihuni sekitar 600 juta orang dari 10 negara anggota.

WEF akan berlangsung hingga Senin (13/06) dengan berbagai agenda, termasuk upaya mencari jalan keluar dari persoalan ketenaga kerjaan, kesenjangan ekonomi antar ekonomi, serta masalah krisis pasokan pangan dan energi.

Menurut panitia terdapat 600 peserta pada forum kali ini, naik 42 persen dari keikutsertaan pada forum yang sama sebelumnya, berasal dari pemerintahan, pelaku bisnis dan masyarakat sipil.

WEF Asia Timur sudah 20 kali diselenggarakan dan untuk pertama kalinya digelar di Jakarta tahun ini.