Senjata kartel narkoba Meksiko dari AS

Sumber gambar, Reuters
Laporan kongresional AS menyebutkan sekitar 70% senjata api yang digunakan dalam tindak kriminilitas di Meksiko sepanjang tahun 2009 dan 2010 berasal dari Amerika Serikat.
Kebanyakan senjata ini digunakan oleh kartel narkoba Meksiko.
Dengan temuan tersebut, para senator yang mengumpulkan data ini mendesak agar ada pengetatan peraturan untuk mencegah aliran senjata ilegal ke Meksiko.
Laporan dengan judul, 'Mencegah Penyelundupan Senjata Api AS ke Meksiko' ini disusun oleh Senator Demokrat, Dianne Feinstein, dari California, Charles Schumer (New York) dan Sheldon Whitehouse (Rhode Island).
Mereka mengatakan kalau senjata AS ikut berkontribusi dalam peningkatan kekerasan berbahaya di Meksiko.
Pengetatan UU
Pejabat Direktur Biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api dan Bahan Peledak (ATF) Kenneth Melson menyebutkan dari 29.284 senjata api yang ditemukan di tempat kejadian perkara, 20.504 berasal dari Amerika Serikat.
Laporan ini juga merekomendasikan sejumlah kebijakan untuk menangani penyelundupan senjata api, termasuk:
- Kongres meloloskan peraturan pemeriksaan latar belakang untuk setiap pembelian senjata api termasuk saat pameran berlangsung
- ATF memperketat UU ekspor impor senjata militer
- Penjual melaporkan setiap senjata api yang terjual untuk mempermudah penegakan hukum saat menelusuri pembelian senjata api.
Para senator juga menuduh Kongres AS menjadi terlihat "nyaris mati'' ketika kartel Narkoba Meksiko menyelundupkan senjata api dari AS.
Laporan ini keluar sehari setelah Presiden Meksiko Felipe Calderon menuduh industri senjata AS menyebabkan ribuan orang tewas di Meksiko.
"Kenapa bisnis senjata ini tetap berlanjut?'' tanya Calderon.
"Saya katakan dengan terbuka, ini karena keuntungan yang diperoleh industri senjata AS,'' tambahnya.
Berulang kali Calderon meminta AS mengimplementasikan UU senjata api yang lebih ketat.





























