AS pro Manila terkait Laut Cina Selatan

Menlu AS Hillary Clinton menyatakan berkomitmen mendukung Filpina dalam sengketa perbatasan di Laut Cina Selatan.
Keterangan gambar, Menlu AS Hillary Clinton menyatakan berkomitmen mendukung Filpina dalam sengketa perbatasan di Laut Cina Selatan.

Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton mengatakan, Washington berkomitmen mendukung Filipina terkait ketegangan di perairan Laut Cina Selatan.

Hal ini diutarakan Hillary setelah melakukan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Filipina Albert del Rosario, yang sedang berkunjung ke Washington.

"Kami bertekaddanberkomitmen untuk mendukungpertahanan Filipina," kata Hillary dalam jumpa pers bersama itu.

Hillary mengatakan, AS menghormati pakta kerjasama pertahanan denganManila.

Sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara dan Cina terlibat sengketa perbatasan perairan di Laut Cina Selatan.

Daerah sekitarSpratlykecil danParacelpulau-pulaudiperebutkankarena dianggapkaya akanminyakdan gas.

Dua pekan lalu, Cina mengirimkan salah-satu kapal patrolinya ke perairan itu di tengah meningkatnya ketegangan.

Vietnam dan Filipina memprotes kehadiran kapal-kapal itu, yang antara lain ditandai unjuk rasa anti Cina oleh sebagian warganya.

Sengketa enam negara

Vietnam, Cina, Filipina, Taiwan, Brunei dan Malaysia mengklaim memiliki kedaulatan kepulauan Spratly, sementara Beijing dan Hanoi berseteru memperebutkan gugus pulau Paracel.

Hanoi yang tahun lalu menjadi ketua Asean secara aktif mempromosikan solusi multilateral.

Namun Cina mengatakan lebih suka merundingkannya secara terpisah dengan masing-masing negara.

Cina juga berulangkali menegaskan sikapnya bahwa sengketa perbatasan itu adalah masalah regional, dan meminta AS tidak terlibat.