Aksi mogok lumpuhkan Yunani

Pendukung aksi mogok di Yunani

Sumber gambar, BBC World Service

Keterangan gambar, Sebagian besar warga Yunani dilaporkan tidak mendukung program penghematan

Aksi mogok 48 jam telah dimulai di Yunani sementara parlemen menyiapkan pemungutan suara mengenai kebijakan penghematan.

Massa dalam jumlah besar berkumpul di jalan-jalan Athena, sedangkan layanan transportasi umum nyaris lumpuh.

Perdana Menteri Yunani George Papandreou hari Senin mengatakan kebijakan penghematan senilai 28 miliar euro akan memulihkan ekonomi Yunani.

Jika pemerintah kalah dalam pemungutan suara, Uni Eropa dan IMF akan menahan pinjaman 12 miliar euro dan Yunani akan kekurangan uang tunai selama berminggu-minggu.

Presiden Prancis Nicolas Sarkozy mengatakan, bank-bank Prancis siap menawarkan pinjaman berjangka 30 tahun ke Yunani ketika utang sekarang jatuh tempo.

Dia mengatakan, negara-negara Uni Eropa yang bank-bank meminjamkan uang ke Yunani mempertimbangkan model sama untuk mencegah gagal bayar pada saat jatuh tempo. Namun Inggris menyangkal menekan banknya "untuk memotong utang tersebut".

"Pembantaian"

Lebih dari 5.000 polisi dikerahkan ke pusat kota Athena Selasa pagi saat puluhan ribu orang buruh yang mogok bergerak menuju parlemen.

Aksi mogok ini mengganggu atau hampir melumpuhkan layanan umum karena para dokter, sopir ambulans, wartawan dan bahkan aktor yang digaji negara ikut mogok.

Bandara ditutup selama beberapa jam dengan pekerja pengawas lalu lintas udara melakukan aksi "walk out" antara pukul 08.00 sampai 12.00 dan pukul 18.00 sampai 22.00 waktu setempat.

Bandara internasional Athena melaporkan sejumlah penerbangan dibatalkan sejak pukul 07.30.

Kereta api, bus dan feri juga tidak beroperasi lagi.

Di Athena, jaringan metro akan merupakan transportasi umum yang beroperasi "sehingga warga Athena bisa bergabung dalam aksi protes di ibu kota," kata masinis metro.

Serikat pekerja marah terhadap program penghematan pemerintah yang mengenakan pajak bagi mereka yang berpendapatan minimum disusul dengan pemotongan yang akan menyebabkan pengangguran naik lebih dari 16%.

"Kebijakan ini merupakan pembantaian bagi hak-hak pekerja. Aksi mogok harus menyebabkan semua layanan umum terhenti," ujar Thanassis Pafilis, anggota parlemen dari Partai Komunis kepada Associated Press.

Rencana 'cacat'

Aksi mogok Yunani

Sumber gambar, BBC World Service

Keterangan gambar, Aksi mogok dilaporkan akan berlangsung selama dua hari memprotes paket pemotongan anggaran pemerintah

Sementara itu perdebatan di parlemen mengenai program pemotongan anggaran telah dimulai. PM Yunani memperingatkan kekalahan dalam pemungutan suara akan berarti kas negara akan kosong selama beberapa hari. Dia mendesak para anggota parlemen melakukan "kewajiban yang patriot".

"Suara kami hanyalah peluang agar negara ini kembali pulih," kata Papandreou.

Papandreou menambahkan, "Saya dapat menyerukan Eropa agar memberikan Yunani waktu dan syarat yang diperlukan untuk membayar kembali utangnya tanpa menghambat pertumbuhan dan warganya.".

Menteri Keuangan yang baru Evangelos Venizelos menyatakan bahwa pemangkasan anggaran ini "tidak adil" namun benar-benar diperlukan.

Dia mendesak semua pihak bekerja sama dengan Gerakan Sosialis Panhellenic karena akan membantu membangun "kekuatan nasional yang lebih besar".

Namun pemimpin oposisi Antonis Samaras dari Partai Demokrasi Baru mengatakan pemikiran di belakang paket penghematan itu cacat dan pajak seharusnya diturunkan bukannya dinaikkan dalam rangka merangsang pertumbuhan ekonomi.