Parlemen Yunani siap ambil keputusan

Polisi Yunani membubarkan aksi protes yang menentang rencana penghematan anggaran.

Sumber gambar, 1

Keterangan gambar, Polisi Yunani membubarkan aksi protes yang menentang rencana penghematan anggaran.

Para politisi anggota parlemen Yunani segera mengambil suara atas usulan rencana penghematan yang menyulut aksi unjuk rasa di seluruh penjuru negeri itu.

Sebelumnya, Perdana Menteri George Papandreou mengatakan hanya dengan rencana penghematan anggaran sebesar 25 miliar euro atau sekitar Rp309,5 triliun maka ekonomi Yunani bisa selamat.

Jika parlemen tidak menyetujui rencana, ini kata Papandreou, maka Yunani akan bangkrut dalam hitungan minggu.

Namun, rencana penghematan ini harus mendapat persetujuan parlemen dalam dua pemungutan suara terpisah pada Rabu (29/6) dan Kamis (30/6).

Lolosnya usulan ini di parlemen menjadi syarat utama pencairan dana talangan senilai 110 miliar euro atau sekitar Rp1.360 triliun dari Uni Eropa dan Dana Moneter Internasional (IMF).

Dan jika rencana penghematan ini disetujui parlemen maka Uni Eropa akan memulai finalisasi pengucuran dana talangan gelombang kedua yang diperkirakan sebesar 120 miliar euro atau sekitar Rp1.400 triliun.

Dana talangan ini akan membantu Yunani membayar utangnya hingga akhir 2014.

Ancaman bangkrut

Uni Eropa sangat berharap parlemen Yunani menyetujui rencana penghematan anggaran itu.

Wartawan BBC di Athena Chirs Morris, kegagalan pemerintah Yunani akan memicu kekhawatiran di seluruh zona euro atau negara-negara pengguna mata uang euro.

Dan Yunani akan menjadi negara pengguna euro pertama yang dinyatakan bangkrut akibat tak mampu membayar utang.

Bahkan, Direktur Pelaksana IMF yang baru Christine Lagarde bahkan mendesak semua politisi Yunani untuk bersatu.

"Masa depan Yunani dipertaruhkan. Jika saya memiliki pesan untuk Yunani adalah seruan agar oposisi Yunani bersatu dengan partai yang berkuasa saat ini," kata Lagarde.

Sayangnya, seruan ini tidak diindahkan oposisi Yunani. Pemimpin oposisi terbesar Antonis Samaras dari Partai Demokrasi Baru menilai kebijakan penghematan anggaran sama sekali tak berdasar.

Pernyataan oposisi ini nampaknya semakin menyulitkan posisi PM George Papandreou.

Sebab, penentangan juga datang dari anggota Partai Pasok yang berkuasa di parlemen. Setidaknya dua anggota parlemen dari Pasok menyatakan akan menentang rencana pemerintah itu.

Dengan kondisi ini kurang menguntungkan bagi Papandreou, sebab partai berkuasa hanya menguasai 155 kursi dari 300 kursi di parlemen.