Selandia Baru sangkal ada mata-mata Israel

Gempa Christchurch membuat kota tersebut tidak bisa dihuni

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Gempa Christchurch membuat kota tersebut tidak bisa dihuni

Perdana Menteri Selandia Baru John Key menyangkal bahwa sekelompok warga Israel yang berada disana saat gempa Christchurch pada bulan Februari ada kaitan dengan badan rahasia Israel Mossad.

John Key mengatakan agen rahasia telah menyelidiki Ofer Mizrahi, satu dari tiga warga Israel yang meninggal karena gempa.

Penyelidikan dilakukan karena tiga warga Israel lainnya yang selamat dari gempa segera meninggalkan tempat tersebut, katanya.

Tidak ada bukti kelompok tersebut terkait dengan Mossad, tambahnya.

Meskipun demikian dia memastikan bahwa Mizrahi memiliki dua paspor, Eropa dan Israel.

"Badan keamanan melakukan penyelidikan dan tidak menemukan bukti selain bahwa orang-orang ini adalah wisatawan," kata Key hari Rabu.

Tanggal 22 Februari gempa menewaskan 181 orang dan menyebabkan ribuan lainnya kehilangan tempat tinggal.

Anggota badan rahasia Selandia Baru dikutip surat kabar Southland Times mengatakan muncul kekhawatiran bahwa agen Israel meretas komputer polisi nasional setelah gempa dan mengakses dokumen-dokumen sangat rahasia.

Namun Key membenarkan sejumlah laporan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu beberapa kali menelfon pada hari gempa terjadi.

Dia mengatakan Netanyahu menyatakan belasungkawa dan menawarkan bantuan menemukan korban tewas warga Israel.

Key mengatakan tidak ada upaya memasuki sistim komputer polisi tanpa izin.