Cina peringatkan AS hormati wilayahnya

Sumber gambar, 1
Cina peringatkan Amerika Serikat untuk menghormati 'integritas teritorial' negeri itu di tengah meningkatnya ketegangan di Laut Cina Selatan.
Komentar ini disampaikan Menteri Luar Negeri Cina, Yang jiechi, kepada Menlu AS Hillary clinton dalam sebuah pertemuan bilateral, di Bali, Jumat (22/7).
"Pemerintah Cina menyatakan keprihatinannya dan meminta agar integritas teritorial dan kedaulatan Cina dihormati," kata juru bicara delegasi Cina, Liu Wieming.
Selain itu, lanjut Wieming, pemerintah Cina juga meminta AS menghormati sejumlah isu sensitif lainnya, misalnya isu Tibet.
"Nampaknya pemerintah AS memahami sensitifnya isu-isu tersebut dan sepakat untuk mengedepankan dialog dan pemahaman bersama," tambah Wieming.
Wieming melanjutkan dalam pertemuan bilateral itu kedua menteri secara spesifik memang membicarakan sengketa di Laut Cina Selatan.
Pertaruhan strategis
Dalam beberapa bulan belakangan, ketegangan perebutan wilayah yang sudah berlangsung lebih dari satu dekade itu meningkat.
Filipina dan Vietnam menuduh Cina terlalu agresif dalam upayanya mengklaim sebagian kawasan di Laut Cina Selatan itu.
Maka, Cina dan 10 negara anggota ASEAN direncanakan melakukan pembicaraan di Bali untuk mencari jalan tengah sengketa ini dan merancang solusi demi mengurangi ketegangan.
Sebelum, menggelar pertemuan bilateral dengan Cina, Clinton sempat memuji langkah-langkah Cina dan ASEAN yang berupaya mendinginkan situasi.
Namun, dalam sebuah manuver yang agaknya dilakukan untuk membuat jengkel Cina, Clinton direncanakan berpidato pada Sabtu (23/7).
Dalam pidatonya di hadapan para menlu Asia itu, Clinton akan menegaskan bahwa AS memiliki 'pertaruhan strategis' di Laut Cina Selatan.
Seorang anggota delegasi AS mengatakan Clinton akan merinci pernyataannya itu dalam ASEAN Regional Forum tentang pentingnya Laut Cina Selatan untuk AS dan perdagangan global.
Pemerintah Cina sudah lama mendesak AS agar tidak terlibat dalam upaya penyelesaian sengketa Laut Cina Selatan antara Cina dan para tetangganya.
Cina dalam mengklaim wilayah di Laut Cina Selatan bersengketa dengan Filipina, Vietnam, Malaysia, Brunei dan Taiwan.
Kawasan ini diyakini kaya minyak dan gas bumi serta sangat strategis karena menjadi lalu lintas utama perdagangan dunia.





























