Kabinet Mesir dilantik di tengah protes

Sumber gambar, afp
Para menteri baru hasil perombakan kabinet Mesir dilantik di tengah terhadap laju reformasi yang dianggap lambat.
Empat belas menteri baru dilaporkan mengucapkan sumpah, namun menteri-menteri termasuk Menteri Dalam Negeri Mansour Essawy tetap berada di jabatan mereka.
Perombakan ini diwarnai oleh pergelutan, dan para pengamat akan melihat apakah hal itu bisa memuaskan para pengunjuk rasa di Lapangan Tahrir di Kairo.
Perdana menteri yang menghadapi gelombang protes, terpaksa dua kali menunda upacara pelantikan ini.
Pelantikan semula dijawalkan hari Senin, namun pilihan itu ditangguhkan di tengah perselisihan antara PM Essam Sharaf dan dewan militer yang berkuasa sehubungan dengan pilihan para menteri oleh Sharaf.
Sharaf dilarikan ke rumah sakit malam itu karena menderita tekanan darah rendah, dan istirahat hari Selasa sebelum merampungkan susunan kabinet baru.
Dewan militer
Di antara para menteri yang dikatakan oleh kantor berita Mesir, Mena, telah diumpah hari Kamis adalah mereka yang menangani pos luar negeri dan keuangan.
Ini merupakan prombakan kedua sejak revolusi awal bulan Februari yang menumbangkan Presiden Husni Mubarak.
Wartawan BBC di Kairo, Jon Leyne, mengatakan tampaknya para pengunjuk rasa bisa merasa puas sedikit.
Ketua Dewan, Marsekal Mohammed Hussein Tantawi, menyaksikan pelantikan hari Kamis seperti dilaporkan Mena.





























