Topan Muifa mendekati semenanjung Cina

Sumber gambar, Reuters
Pemerintah kota Qindao menutup pantai dengan menggunakan kantung-kantung pasir dalam persiapan menghadapi angin topan Muifa.
Badan terparah dalam beberapa tahun terakhir in diperkirakan akan melanda semenanjung Shandong di dekat Qindao Senin pagi (08/08).
Di kawasan selatan, ibukota finansial Cina, Shanghai terhindar terjangan topan ini, walaupun angin kencang menyebabkan jaringan listrik terputus dan papan-papan iklan jatuh.
Lebih dari 300.000 orang diungsikan dan ribuan kapal diminta kembali ke pelabuhan.
Topan kategori satu dengan kekuatan 310 km per jam di timur laut Shanghai bergerak ke arah barat daya di atas Laut Cina Timur dengan kecepatan 23 km per jam.
Setelah melanda Shandong, angin itu diperkirakan akan melemah.
Listrik putus
Sebelumnya, angin topan itu melewati daerah pesisir timur Cina, menyebabkan angin kencang dan hujan lebat. Namun Shanghai terhindar dari kerusakan parah.
"Rasanya tidak seperti angin topan," kata Li Hongjun, dari propinsi Shaanxi kepada kantor berita Reuters.
"Topan tentu lebih keras dan tidak boleh ada orang yang berada di jalan-jalan," tambahnya.
Listrik padam dilaporkan paling tidak di dua kawasan perumahan, kata Sang Baoliang, wakil ketua badan pengawas banjir Shanghai.
Seorang pria berusia 24 tahun dilaporkan hilang saat berenang di pantai kawasan Jinshan, menurut televisi Shanghai.
Selain meminta agar kapal-kapal kembali ke pelabuhan, pemerintah setempat juga membatalkan lebih dari 200 penerbangan dan menutup dua jembatan yang menghubungkan ke pulau-pulau sekitar. Jadwal bus dan kereta juga dilaporkan tertunda.
Di Korea Selatan, pemerintah mengeluarkan peringatan gelombang besar dan banjir di sepanjang pesisir barat dan selatan. Banyak penerbangan dalam negeri antara Seoul dan pulau Jeyu dibatalkan.
Hujan deras juga dilaporkan di sebagian Korea Utara. Sekitar 30 orang meninggal, ribuan rumah hancur sementara perkebunan rusak berat, menurut media resmi setempat.





























