Militer Nigeria diminta selidiki pembunuhan warga

Situasi di Maiduguri, Nigeria
Keterangan gambar, Situasi di Maiduguri, Nigeria menyebabkan ribuan warga mengungsi

Militer Nigeria diminta untuk menyelidiki kasus dugaan kekerasan terhadap masyarakat sipil oleh tentara ketika memerangi sekte Islam radikal di bagian timur laut negara itu.

Menteri Pertahanan Bello Mohammed meminta penyelidikan dilakukan menyusul tewasnya seorang perempuan, dalam pertempuran antara tentara dan tersangka anggota kelompok Boko Haram, Rabu lalu.

Kelompok HAM menuduh militer melakukan pembunuhan.

Dalam beberapa pekan pertempuran di sekitar Maiduguri meningkat, sehingga menyebabkan ribuan orang mengungsi.

Mohammed mengatakan militer telah "melakukan tugas dengan baik" dalam melindungi masyarakat dan properti milik warga di Maiduguri dan di seluruh Borno state.

"Bagaimanapun, sejumlah oknum militer kadang-kadang bertingkah laku berlebihan dalam situasi dan menimbulkan ketidakpuasan dari masyarakat sipil," kata dia.

Dia meminta militer untuk "menyelidiki seluruh kasus pelanggaran militer terhadap masyarakat sipil".

Organisasi HAM Amnesty International mengatakan tentara yang tergabung dalam pasukan gabungan dikirim ke Borno bertanggung jawab terhadap kasus kematian 23 orang dalam kebakaran di sebuah pasar.

Kerusuhan terjadi pada Rabu lalu, setelah tewasnya seorang perempuan di bagian utara Kota Biu dan kebakaran terjadi di gereja.

Mohammed telah memerintahkan militer untuk menyelidiki peristiwa itu.

Boko Haram - jika diterjemahkan berarti "Pendidikan barat dilarang"- melakukan pembunuhan dan pengeboman di Nigeria dalam upaya mereka mengambil alih pemerintah dan mendirikan negara Islam.

Tetapi koresponden BBC mengatakan reaksi militer membuat warga di Maiduguri justru menimbulkan kekhawatiran dibandingkan tindakan Boko Haram.

Bulan lalu, Gubernur negara bagian Borno Kashim Shettima mengakui militer bersalah karena melakukan tindakan berlebihan di Maiduguri.