Pesawat sewaan jatuh di Kanada, 12 tewas

Sumber gambar, 1
Sebuah pesawat sewaan jenis Boeing 737-200 jatuh di kawasan Artik Kanada, Sabtu (20/8) siang waktu setempat, menewaskan 12 orang dan melukai tiga lainnya.
Pesawat milik First Air dengan nomor penerbangan 6560 itu, tengah menempuh perjalanan dari Yellowknife, Northwest Territories - salah satu wilayah Kanada- menuju Resolute Bay, Nunavut, sebelum melanjutkan perjalanan ke Grise Fiord di Pulau Ellesmere.
Petugas Polisi Pegunungan Kanada (RCMP), Angelique Dignard, mengatakan pesawat itu membawa 15 penumpang termasuk empat orang awak.
Saat ini, dua orang dewasa dan seorang anak-anak yang selamat sudah diterbangkan ke rumah sakit ke ibukota teritori Nunavut, Iqaluit. Salah satu korban selamat dalam kondisi kritis.
Ketika pesawat jatuh, penduduk kota kecil Resolutue Bay dan sejumlah prajurit yang sedang berlatih di kawasan tersebut langsung menuju lokasi kecelakaan untuk melakukan penyelamatan darurat.
"Pesawat itu pecah menjadi tiga bagian. Sayap masih menempel di badan. Bagian depan dan ekor terpisah sama sekali," kata seorang warga, Doreen McDonald yang kebetulan melintas di lokasi kecelakaan.
"Warga dan tentara terlihat tengah memungut bagian-bagian tubuh penumpang," kata dia.
Mengejutkan warga
Kecelakaan itu sangat mengejutkan kota kecil berpenduduk 230 orang itu. "Warga sangat terkejut," kata Doreen lagi.
Dalam rilis medianya, First Air mengatakan hubungan komunikasi terakhir dengan pesawat naas itu terjadi pada pukul 12.30 waktu setempat saat pesawat tersebut berada delapan kilometer dari bandara Resolute Bay.
Kecelakaan terjadi kurang dari dua kilometer sebelah barat Resolute Bay dan berlokasi di kawasan yang terbilang sulit untuk dijangkau.
"Anda bisa melihat pecahan pesawat di mana-mana. Ekor, hidung (pesawat) semuanya berserakan," kata Saroomie Manik, mantan walikota yang ikut melihat lokasi kecelakaan.
Aziz Kheraj, pemilik South Camp Inn, di Resolute Bay, kepada Associated Press mengatakan dua cucu perempuannya ada di dalam pesawat naas itu. Namun hanya seorang dari kedua cucunya itu yang selamat.
Kheraj, yang hotelnya berada sekitar 1,6km dari lokasi kecelakaan, menambahkan juru masak hotel juga ada di dalam pesawat tersebut.
Penyelidikan pemerintah
Sementara itu, juru bicara Badan Keselamatan Transportasi Kanada, Chris Krepski, mengatakan sejumlah penyelidik sudah berada di kawasan itu untuk bergabung dalam latihan militer yang dijadwalkan pekan depan.
Para penyelidik itu, lanjut Krepski, sudah berada di lokasi kecelakaan beberapa saat setelah kecelakaan terjadi. Namun, terlalu dini untuk menyimpulkan penyebab kecelakaan.
"Kami masih mengumpulkan informasi selengkap-lengkapnya dari lokasi kecelakaan, mewawancarai saksi mata dan pengatur lalu lintas udara. Kami juga mengumpulkan data kondisi cuaca dan laporan pemeliharaan pesawat, kata Krepski.
Seorang pegawai bandara yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan ketika kecelakaan terjadi kawasan itu tengah diselimuti kabut tebal. Kabut itu hilang 10 menit setelah kecelakaan terjadi.
Dalam situs resminya, First Air memfokuskan diri melayani angkutan barang dan manusia ke kawasan-kawasan terpencil di wilayah Artik Kanada.
Maskapai ini menghubungkan sekitar 30 komunitas terpencil dengan kota-kota besar Kanada.
Dan Resolute Bay, meski berlokasi terpencil, namun kota ini menjadi pusat penelitian, militer dan ekspedisi perdagangan.





























