Sekjen Liga Arab akan kunjungi Suriah

Sumber gambar, AFP
Krisis politik berkepanjangan di Suriah membuat Sekretaris Jenderal Liga Arab Nabil al-Arabi akan mengunjungi negeri itu untuk mencari jalan keluar.
Keputusan rencana kunjungan ini disampaikan usai pertemuan menteri-menteri luar negeri negara-negara Arab di ibukota Mesir, Kairo.
"Meminta sekjen Liga Arab untuk melakukan misi darurat ke Damaskus untuk menyampaikan inisiatif Arab untuk menyelesaikan krisis kepemimpinan Suriah," demikian isi pernyataan resmi Liga Arab.
Selain itu, para menlu negara-negara Arab juga menyerukan agar menghentikan kekerasan dan segera melakukan reformasi.
"Mendesak pemerintah Suriah agar menghormati hak-hak rakyat Suriah untuk hidup dan merasa aman dan (menerima) aspirasi rakyat terkait reformasi politik dan sosial."
Liga Arab mengatakan bahwa kestabilan politik Suriah akan mempengaruhi stabilitas kawasan secara umum.
Sementara itu, wartawan BBC di Kairo, Bethany Bell melaporkan pertemuan Liga Arab di Kairo menambah tekanan atas Damaskus namun belum sampai mengeluarkan Suriah dari keanggotaan Liga Arab.
Awal tahun ini, lanjut Bethany, Liga Arab memutuskan untuk mengeluarkan Libia dari keanggotaan akibat kisruh politik di negeri itu.
Serbu masjid
Sebelumnya, para aktivis hak asasi Suriah mengatakan pasukan pemerintah menyerang para pengunjuk rasa di sebuah masjid di ibukota Damaskus.
Pasukan pemerintah menyerbu masuk masjid Al-Rifai di distrik Kaffar Susseh dan dilaporkan melukai imam kepala masjid, Osama al-Rifai yang berusia 80 tahun.
Imam al-Rifai dilaporkan terluka akibat pemukulan yang dilakukan pasukan keamanan pemerintah.
Dalam sebuah video amatir terlihat para pengunjuk rasa mendesak perganitan rezim dan menyerukan eksekusi untuk Presiden Bashar al-Assad.
Saat pasukan pemerintah menyerbu masjid, para pengunjuk rasa mencoba melindungi diri mereka menggunakan rak-rak buku dan rak-rak sepatu.
PBB menyatakan setidaknya 2.000 orang tewas sejak perlawanan terhadap Presiden Assad pecah Maret lalu.
Namun, angka tersebut sulit dikonfirmasi akurasinya karena wartawan asing dilarang masuk ke negeri tersebut.





























