Pembom Lockerbie dalam keadaan koma di Tripoli

Sumber gambar, CNN
Pembom Lockerbie ditemukan dalam keadaan koma di Tripoli Abdelbaset Ali al-Megrahi, pembom Lockerbie, dilaporkan berada dalam keadaan koma di ibukota Libia, Tripoli.
CNN melaporkan Megrahi tampaknya sudah di ambang 'pintu kematian' di bawah perawatan keluarganya.
Dia sebenarnya masih dalam status tahanan rumah namun keberadannya tidak diketahui.
Menurut CNN, al-Megrahi tergantung pada tabung oksigen serta infus dan tidak makan lagi.
"Kami hanya memberi dia oksigen, tak ada yang bisa memberi kami saran," tutur putra Megrahi, Khaled, kepada BBC.
"Tidak ada dokter. Tidak ada yang ditanya. Kami tidak memiliki telepon untuk menghubungi siapapun."
Dibebaskan Skotlandia
Al-Megrahi merupakan satu-satunya yang dinyatakan bersalah lewat pengadilan sehubungan dengan pemboman pesawat Pan Am di atas Lockebie, Skotlandia, tahun 1988.
Tahun 2001 dia dijatuhi hukuman penjara di Skotlandia karena pemboman yang menewaskan 270 orang tersebut.
Namun dia dibebaskan dari tahanan Skotlandia tahun 2009 dengan alasan kesehatan, walau muncul seruan agar dikembalikan ke tahanan di Inggris atau menghadapi pengadilan di Amerika Serikat.
Akan tetapi pemimpin kelompok pemberontak -yang saat ini meguasai sebagian besar ibukota Tirpoli- mengatakan tidak ingin mengekstradisinya.
Para pejabat Skotlandia sudah berupaya menghubungi dia setelah kelompok pemberontak menguasai sebagian besar Tripoli.
Secara resmi, Megrahi masih tetap merupakan tahanan Skotlandia yang dibebaskan dan berstatus tahanan rumah sehingga harus melakukan kontak secara teratur dengan dewan kota East Renfrewshire, Skolandia.
Melakukan kontak
Hari Jumat, pemerintah Skotlandia mengatakan jadwal waktunya untuk menghubungi pihak berwenang memang belum jatuh tempo namun pihak East Renfrewshire yang mengambil prakarsa untuk melakukan kontak.
Setelah munculnya laporan CNN bahwa dia ditemukan dalam keadaan koma, dewan kota East Renfrewshire mengeluarkan pernyataan bahwa mereka melakukan kontak dengan keluarga al-Megrahi pada akhir pekan dan dia tidak melanggar tahanan rumah.
"Spekulasi tentang al-Megrahi dalam beberapa hari ini sangat tidak membantu, tidak diperlukan, dan merupakan informasi yang salah," tulis penyataan itu.
"Seperti yang selalu dinyatakan, al-Megrahi sedang sekarat karena sakit dan menyangkut kondisi medisnya sebaiknya dibiarkan tetap pada situasi itu."
"Semua perubahan dalam situasi al-Megrahi merupakan isu yang akan didiskusikan dengan Dewan Transisi Nasional sebagai pihak berwenang yang punya legitimasi di Libya."

Sumber gambar, PA
Seorang tetangganya di Tripoli sebelumnya mengatakan al-Megrahi dibawa pergi oleh aparat keamanan bersamaan dengan ambruknya kekuatan pemerintah di ibukota.
Seruan ekstradisi
Sebagian besar korban pemboman Pan Am adalah warga Amerika Serikat dan pembebasan al-Megrahi ke Libia oleh Menteri Kehakiman Skotlandia, Kenny MacAskill, memicu reaksi keras dari Amerika Serikat.
Mantan duta besar AS untuk PBB, John Bolton, mengatakan kepada Radio BBC 5 bahwa Megrahi mestinya dijatuhi hukuman mati namun beruntung masih bisa hidup.
Bolton mengatakan al-Megrahi mestinya tetap berada di dalam penjara dan meminta agar diekstradisi ke AS.
"Bagi saya itu akan menjadi tanda keseriusan pemerintah kelompok pemberontak dalam hubungan dengan Amerika Serikat dan Barat, jika mereka menyerahkan Megrahi untuk pengadilan," tuturnya.
"Dia membunuh 270 orang. Dia menghabiskan waktu sekitar 10 tahun di penjara sebelum dibebaskan Inggris. Jika dihitung, itu artinya dia kira-kira berada di penjara selama dua minggu untuk satu orang yang dia bunuh. Dua minggu untuk satu pembunuhan. Itu jauh dari cukup," tambah Bolton.
Sementara itu Stephanie Bernstein -yang suaminya tewas dalam pemboman itu- mengatakan kematian al-Megrahi akan disesalkan keluarga korban.
"Dia merupakan salah satu dari barisan panjang yang saya yakin bertanggung jawab atas pemboman dan jika dia mati, maka beberapa pengetahuan tentang apa yang terjadi akan pergi bersamanya."
Bernstein berharap pemerintahan NTC memiliki tekad untuk mengungkap yang sebenarnya terjadi di balik pemboman Pan Am 103.





























