Tenggat untuk pasukan Gaddafi diundur

Tentara oposisi beristirahat
Keterangan gambar, Pasukan oposisi kini mengepung kota yang dikuasai pendukung Muammar Gaddafi

Pihak berwenang baru di Libia memperpanjang batas waktu penyerahan diri pasukan yang loyal kepada Muammar Gaddafi sampai 10 September.

"Kami memberikan waktu satu minggu lagi," kata Mohammad Zaawi, juru bicara Dewan Peralihan Nasional (NTC) kepada kantor berita AFP.

Ultimatum ini dikatakan berlaku bagi kota-kota yang masih bertahan di selatan dan pusat Libia serta kampung halaman Gaddafi, Sirte.

"Sirte bukanlah kota strategis sehingga kami tidak harus terburu-buru. Kami memberikan waktu lebih banyak lagi untuk menunggu kemajuan dalam perundingan," jelas Zaawi.

Sirte yang merupakan kota pantai antara Tripoli dan Benghazhi masih dikuasai pasukan yang setiap kepada Gaddafi.

Namun kota ini dikepung pasukan anti-Gaddafi di barat dan timur.

Pertemuan Paris

"Kami berusaha membuat mereka menyerah dengan menghentikan pasokan air dan listrik ke sana," tegas Zawawi.

Semula pihak berwenang baru hari Selasa mengatakan siap melakukan pertempuran terakhir setelah enam bulan perlawanan dengan batas waktu penyerahan diri Sabtu (3/9).

Kepala NTC Abdul Jalil mengatakan penundaan dilakukan untuk merayakan tiga hari festival Idul Fitri.

Sementara itu para diplomat senior mengadakan pertemuan di Paris membahas masa depan Libia.

Anggota NTC juga hadir dalam pertemuan dengan tuan rumah Presiden Prancis Nicolas Sarkozy dan PM Inggris David Cameron.

Dewan itu kemungkinan akan meminta masyarakat internasional melanjutkan bantuan keamanan serta memberikan saran-saran mengenai transisi menuju demokrasi.