Tiga orang ditahan terkait bom Delhi

Sumber gambar, AP
Kepolisian India, Kamis (08/09), menahan tiga orang terkait sebuah surat elektronik karena pengirimnya mengaku bertanggung jawab atas aksi bom di Pengadilan Tinggi India di New Delhi yang menewaskan 12 orang.
Dari tiga orang yang ditahan itu salah satunya adalah pemilik sebuah warung internet di Kishtwar, Kashmir yang dicurigai sebagai lokasi pengiriman surat elektronik itu.
Surat elektronik tersebut dikirim organisasi Harkat-ul-Jihad Islami, HUJI, yang berafiliasi dengan al-Qaeda yangberbasis di Pakistan dan Bangladesh.
Selain menyatakan bertanggung jawab atas bom New Delhi, HUJI juga mengklaim terlibat berbagai serangan bom di India di masa lalu.
Namun sejumlah sumber meragukan klaim HUJI karena kelompok ini sudah lama tak terdengar aktif bergerak di kawasan tersebut.
Sumber itu juga menambahkan HUJI tidak mungkin mengirimkan pernyataan pertanggungjawaban di sebuah warung internet umum.
Salah satu tokoh senior al-Qaeda, Ilyas Kashmiri, yang diyakini Amerika Serikat sudah tewas di Pakistan diketahui pernah menjadi pemimpin HUJI.
Pemerintah dikritik
Sebuah bom seberat dua kilogram yang disembunyikan di dalam sebuah koper meledak di pintu utama Pengadilan Tinggi, New Delhi, Rabu (07/09).
Akibat tragedi in pemerintah India mendapat kritik tajam karena dianggap tidak mampu menyediakan lokasi yang aman bagi institusi penting semacam pengadilan tinggi.
Apalagi, seharusnya pengamanan diperketat menjelang peringatan 10 tahun serangan ke World Trade Center, New York.
Sejumlah pengacara yang bekerja di gedung pengadilan mengatakan gedung itu tak memiliki satupun CCTV dan petugas keamanan tak menjalankan tugasnya memeriksa pengunjung.
Gedung pengadilan tinggi ini pada Mei lalu juga pernah diserang bom, tapi saat itu tidak ada korban jiwa.





























