Pasar saham dunia anjlok

Pada perdagangan tengah hari, indeks FTSE London turun 2,3%

Sumber gambar, PA

Keterangan gambar, Pada perdagangan tengah hari, indeks FTSE London turun 2,3%

Pasar-pasar saham anjlok dan mata uang euro turun karena kekhawatiran Yunani kemungkinan tidak akan mampu membayar utang.

Sejumlah berita yang menyebutkan Jerman kemungkinan bersiap-siap menghadapi pernyataan Yunani bahwa negara tersebut "tidak mampu membayar utang" menyebabkan pasar saham Asia dan Eropa turun.

Para pejabat Jerman yang berusaha membangkitkan keyakinan pasar hari Senin (12/9) mengatakan yang menjadi "tujuan bersama" adalah stabilitas Yunani dan euro.

Saham-saham bank yang paling banyak mengalami penurunan. BNP Paribas Prancis misalnya turun 14%.

Pada tengah hari, FTSE London turun 2,3%, Cac 40 Prancis turun 4,2% dan Dax Jerman turun 3,2%. Penurunan ini terjadi setelah pasar Asia anjlok. Indeks Hang Seng Hong Kong turun 4%.

Mata uang euro berada pada tingkat terendah dalam 10 tahun terhadap yen Jepang dan para investor segera mengamankan dana dalam obligasi Jerman.

Kehilangan kepercayaan

Masalah kepercayaan ini terjadi sementara muncul kekhawatiran Jerman kehilangan kesabaran dengan Yunani -dan negara-negara wilayah euro lain yang banyak berutang- dan kemungkinan tidak akan membantu usaha penyelamatan di masa depan.

Menteri Ekonomi Jerman Phillip Roesler mengatakan dalam sebuah tulisan surat kabar pada akhir minggu bahwa "gagal utang" Yunani sudah tidak bisa dihindari.

Hari Senin, sekretaris jenderal rekan koalisi yunior Kanselir Jerman Angela Merkel mengisyaratkan Yunani kemungkinan dapat meninggalkan wilayah euro.

"Berdasarkan kajian terakhir, kita tidak dapat mengesampingkan bahwa Yunani harus atau ingin meninggalkan wilayah euro," kata Christian Lindner sekretaris jenderal Demokrat Bebas (FDP) pada sebuah wawancara televisi.

Tetapi hari Senin juru bicara Roesler yang juga menjabat sebagai wakil kanselir berusaha mengatasi pengaruh negatif dengan mengatakan "tujuan bersama kita adalah menstabilkan euro dan kita menginginkan Yunani tetapi menjadi bagian euro."