PM Pakistan batalkan kunjungan, karena banjir

Banjir Pakistan
Keterangan gambar, Banjir Pakistan menewaskan 230 orang dan 1,2 juta orang kehilangan tempat tinggal.

Perdana Menteri Pakistan Yusuf Raza Gilani membatalkan kunjungan ke AS untuk menghadiri sidang umum PBB, karena banjir di negaranya.

Sepeti diberitakan Kantor Berita Reuters, pemimpin Pakistan ini mendapatkan banyak kritik karena mengabaikan korban banjir pada tahun lalu, yang menewaskan sekitar 2.000 orang dan 11 juta orang kehilangan tempat tinggal.

"Perdana menteri telah membatalkan kunjungannya karena banjir dan menteri luar negeri yang akan mewakilikinya," kata pejabat dikantor Gilani, kepada Reuters.

"Perdana menteri akan mengunjungi wilayah yang terkena dampak banjir mulai besok dan mengawasi upaya pemberian bantuan."

Bantuan militer

Banjir yang terjadi beberapa waktu terakhir ini akibat musim hujan, menewaskan sedikitnya 260 orang, merusak 1,2 juta rumah dan mengenangi 1,8 juta hektar lahan.

Lebih dari 300.000 orang telah pindah ke pengungsian. Sementara jumlah yang terkena dampak banjir mencapai 800.000 keluarga, dan masih tidak memiliki tempat tinggal.

Organisasi kemanusiaan telah memperingatkan kemungkinan adanya wabah mematikan.

Tahun lalu, militer mengambil alih upaya penyelamatan dan pemberian bantuan, bersama dengan organisasi bantuan. Militer juga aktif membantu korban bencana.

Militer, yang memerintah Pakistan lebih dari separuh umur negara itu, tampaknya merupakan satu-satunya institusi yang mampu menangani krisis di negara itu.

Sementara pemerintah Pakistan menghadapi banyak tantangan, mulai dari kelompok Taliban sampai rasa putus asa masyarakat akibat pemadaman listrik.