Aksi kartel narkoba Meksiko semakin meningkat.

mexico

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Korban tewas dalam pertikaian antar kartel narkoba sejak 2006 mencapai puluhan ribu.

Sebanyak 32 mayat ditemukan di sejumlah lokasi berbeda di kawasan timur kota Veracruz, Meksiko.

Jenazah ini diperkirakan sebagai korban kekerasan antar kartel narkoba di Meksiko yang semakin meningkat.

Puluhan mayat ini ditemukan di tiga rumah di Veracruz ketika militer melakukan razia di kawasan tersebut dalam operasi yang dinamakan 'Selamatkan Veracruz'.

Sekitar 40.000 orang diperkirakan tewas sejak militer diterjunkan untuk memerangi kartel narkoba tahun 2006.

Penemuan 32 mayat terbaru ini merupakan yang terbesar setelah dua pekan lalu 35 mayat dibuang tengah hari di sebuah jalan sibuk di Boca del Rio di Veracruz.

Mereka dipercaya dibunuh oleh kelompok Zetas, salah satu kartel terbesar di Meksiko.

Pemerintah Meksiko mengumumkan pengerahan lebih banyak lagi pasukan keamanan sebagai bagian dari perang atas penyelundupan narkoba di kawasan tersebut.

Perang kartel

Militer diterjunkan untuk berperang melawan kartel narkoba karena kepolisian Meksiko disinyalir ikut memberi perlindungan bagi kartel narkoba.

Awal pekan ini, 18 pejabat kepolisian ditangkap karena terindikasi menerima suap dari kartel Zetas, sebagai upah untuk melancarkan usaha kartel narkoba.

Meski banyak gembong narkoba yang ditangkap, kekerasan tidak pernah berhenti karena saat ini juga tengah berlangsung perang antara dua kartel besar di Meksiko.

Kartel Zetas dan Gulf tengah terlibat perang hidup-mati untuk memperebutkan kekuasaan atas rute-rute penyelundupan obat bius dari Meksiko menuju Amerika Serikat.

Kartel narkoba di Meksiko awalnya dibentuk oleh para tentara mantan anggota pasukan khusus Meksiko.

Kelompok Zetas mulanya berperan sebagai tentara bayaran untuk mengamankan kepentingan kartel Gulf.

Tetapi kemudian Zetas memilih jalan sendiri, dan melawan bekas majikannya dalam pertempuran memperebutkan jalur penyelundupan narkotika.