Seluruh wilayah Bangkok terancam banjir

Sumber gambar, BBC World Service
Perdana Menteri Thailand, Yingluck Shinawatra memperingatkan kepada warganya bahwa seluruh wilayah di Banjok kini terancam banjir hingga satu bulan ke depan.
Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh televisi dia mengatakan bahwa kota tersebut tidak lagi bisa dijamin terlindung dari ancaman air yang terus meningkat ketinggiannya.
Bangkok menurutnya bisa terancam banjir setinggi 1.5m jika sejumlah penghalang banjir di kota itu rusak.
"Setelah melihat situasi yang terjadi, kami memperkirakan banjir akan melanda Bangkok sekitar dua minggu hingga satu bulan sebelum akhirnya banjir turun ke laut," kata Yingluck kepada sejumlah wartawan hari Rabu (26/10).
"Situasinya memang tidak seserius di wilayah lain. Kita tidak akan menghadapi air setinggi dua hingga tiga meter dan terus tergenang hingga tiga bulan seperti yang kita lihat di provinsi lain."
Sebelumnya bandara Don Muang di Bangkok sudah ditutup seiring meluasnya wilayah utara yang terserang banjir.
Warga di sejumlah wilayah di kota itu juga telah dihimbau untuk bersiap meninggalkan kediaman mereka.
Libur persiapan
Selain mengingatkan ancaman terhadap bahaya banjir yang mengancam kota tersebut, pemerintah juga sudah mengumumkan libur lima hari yang akan mula berjalan pada hari Kamis nanti.
Pemberian libur selama lima hari ini dimaksudkan agar warga punya kesempatan untuk memindahkan perabotnya ke wilayah yang lebih tinggi.
Pemerintah Thailand saat ini juga telah mempersiapkan penjagaan khusus di sejumlah bangunan penting agar tidak terkena dampak banjir yang lebih parah.
Menurut Yingluck penjagaan secara khusus dilakukan di istana kerajaan dan pusat kendali listrik.
Pemerintah Thailand mengatakan banjir telah memberikan dampak ekonomi yang cukup besar bagi negara itu.
Kunjungan turis dari luar negeri diperkirakan turun hingga satu juta orang akibat banjir kali ini.
Sementara itu tujuh pusat industri yang berada di tiga kota yaitu, Ayutthaya, Nonthaburi dan Pathum Thani telah ditutup beberapa waktu lalu.
Penutupan ini mengakibatkan sekitar 650.000 orang harus berhenti bekerja sementara ini.
Kerugian akibat penutupan ini diperkirakan mencapai miliaran dollar AS dan mengganggu pasokan sejumlah industri lain di luar Thailand.
Pemerintah Thailand sudah menyetujui paket bantuan sebesar US$325 miliar untuk membantu pemulihan ekonomi akibat banjir ini.





























