Kontak informal ICC dan putra Gaddafi

Saif al-Islam

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Saif al-Islam Gaddafi dicari ICC dengan tuduhan kejahatan atas kemanusiaan

Jaksa penuntut Mahkamah Kejahatan Internasional, ICC, sudah melakukan kontak tidak resmi dengan putra mendiang Kolonel Muammar Gaddafi.

ICC mengatakan pihak penghubung digunakan dalam kontak dengan Saif al-Islam.

Dalam komunikasi itu ICC menegaskan bahwa Saif -yang dicari untuk didakwa dengan kejahatan atas kemanusiaan- tetap tidak bersalah sampai terbukti di pengadilan.

Jaksa Moreno Ocampo mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ICC menginginkan dia untuk diadili.

"Kantor jaksa penuntut sudah menegaskan bahwa jika dia menyerahkan diri ke ICC, maka dia punya hak untuk didengarkan di pengadilan, dia tidak bersalah sampai terbukti. Hakim yang akan memutuskan," tulis Jaksa Moreno Ocampo dalam pernyataannya.

Moreno Ocampo menambahkan bahwa ICC mengetahui dari saluran-saluran yang tidak resmi bahwa tentara bayaran menawarkan bantuan memindahkan Saif al-Islam ke sebuah negara yang belum menandatangani statuta ICC.

"Kantor jaksa penuntut juga akan mengkaji kemungkinan untuk mencegat setiap penerbangan di ruang angkasa dari negara statuta untuk melakukan penangkapan."

Kemungkinan ke Zimbabwe

ICC sudah mengeluarkan surat penangkapan atas Saif al-Islam pada Juni dengan dakwaan pembunuhan dan penyiksaan.

Dokumen ICC menyebutkan bahwa dia berperan besar dalam serangan yang sistematis terhadap warga Libia di beberapa kota di Libia yang dilakukan pasukan keamanan pendukung Kolonel Gaddafi pada bulan Februari.

Saif al-Islam, yang disebut-sebut sebagai penerus kekuasaan ayahnya- sudah bersembunyi selama beberapa bulan belakangan.

Ada laporan yang menyebutkan dia berada dalam konvoi yang menuju kawasan gurun pasir Libia di dekat perbatasan Niger, tempat pelarian sekutu Kolonel Gaddafi lainnya.

Sementara itu laporan lain menyebutkan Zimbabwe tampaknya akan menjadi tujuan Saif jika dia ingin melarikan diri dari dakwaan ICC.

Bagaimanapun laporan-laporan itu tidak bisa dikukuhkan dan ICC menegaskan tidak mengetahui keberadaan Saif al-Islam Gaddafi.

Presiden Zimbabwe, Robert Mugabe, merupakan teman lama Kolonel Gaddafi.

Kolonel Gaddafi -yang digulingkan lewat unjuk rasa massal- meninggal pekan lalu karena luka tembak setelah pertarungan yang sengit di kota kelahirannya, Sirte.