Yunani tunjuk mantan wapres Bank Sentral Eropa sebagai PM

Sumber gambar, AFP
Mantan Wakil Presiden Bank Sentral Eropa Lucas Papademos ditunjuk sebagai perdana menteri Yunani yang baru di tengah krisis ekonomi yang melanda negara itu.
Lucas Papademos, yang berusia 64 tahun, dipilih setelah perundingan selama beberapa hari antara tiga partai utama dengan presiden Yunani.
"Presiden, berdasarkan rekomendasi dari para pemimpin politik yang menghadiri pertemuan sudah menginstruksikan Papademos untuk membentuk pemerintahan baru," tulis pernyataan kantor kepresidenan Yunani.
Pemilihan mantan pejabat keuangan sebagai perdana menteri diharapkan bisa memberikan stabilitas politik untuk mengatasi krisis utang dihadapi Yunani.
Dia akan memimpin pemerintahan nasional sementara yang dibentuk untuk menjamin pencairan bantuan keuangan internasional yang sudah disahkan serta mendapat bantuan tambahan sebesar US$177 miliar dari negara pengguna mata uang euro dan Dana Moneter Internasional (IMF).
Usai penunjukkannya, Papademos mengatakan bahwa tugas-tugas yang dihadapinya tidak mudah.
"Namun saya yakin masalahnya akan bisa dipecahkan... dengan cara yang lebih cepat dan lebih efisien jika ada persatuan dan konsensus," tambahnya.
Pemerintah sementara yang baru ini akan diambil sumpah Jumat 11 November siang waktu setempat dan Papademos akan menghadapi parlemen Senin pekan depan.
Disambut baik
Papademos menggantikan George Papandreou yang mundur setelah usulannya untuk referendum atas paket bantuan ekonomi ditentang banyak pihak.
Bursa saham Yunani meningkat tajam ketika Papademos tiba istana presiden untuk menghadiri pertemuan partai politik dan presiden.
Sejumlah warga Yunani juga menyambut baik penunjukkan Papademos atau setidaknya terbentuknya pemerintahan yang baru.
"Dia baik, dia amat baik. Dia mengetahui yang harus dilakukannya," kata seorang pria yang tidak bersedia disebutkan namanya.
Sementara itu pria lainnya tidak terlalu memperdulikan perdana menteri yang baru.
"Saya kira positif, karena itu berarti pemerintah sekarang harus pergi dan kami bisa melangkah," tutur Alekos Petrou kepada BBC.
Sedangkan George Lakkis melihat pengalaman Papademos sebagai faktor yang penting.

Sumber gambar, Reuters
"Individu yang serius dan seorang bankir. Dia akan memperhatikan semua rincian untuk memuaskan bank-bank dan memperhatikan kewajiban kami."
Ragam pendidikan
Bagaimanapun Papademos tampaknya masih akan tetap menghadapi gelombang unjuk rasa yang menentang langkah penghematan.
Sebelum berkarier di Bank Sentral Eropa, Lucas Papademos, menjabat gubernur Bank Sentral Yunani ketika negara itu mulai menggunakan mata uang euro.
Latar belakang pendidikannya adalah fisika sebelum melanjutkan S2 untuk bidang teknik elektro sebelum mendapat gelar doktor ekonomi.
Sejumlah media di Yunani mengatakan pria pendiam dengan pendekatan teknokrat ini merupakan pilihan yang tepat untuk mengatasi perbedaan politik, seperti dilaporkan wartawan BBC Sam Wilson.
Laporan-laporan menyebutkan Papademos mengusulkan masa jabatan yang lebih dari 100 hari atau sampai pemilihan dini yang awalnya direncanakan Februari tahun depan.
Sebagai imbalan, dia akan tetap mempertahankan Menteri Keuangan Evangelos Venizelos.





























