Pemilu pertama Mesir pasca Mubarak digelar

Sumber gambar, AFP
Rakyat Mesir pada Senin (28/11) bersiap mengikuti tahap pertama pemilihan umum pertama pasca jatuhnya rezim Husni Mubarak pada Februari lalu.
Proses hari ini adalah rangkaian dari seluruh rangkaian pemilihan umum yang akan berakhir pada Maret 2012.
Tahap pertama pemilu yang akan berakhir Januari 2012 itu akan memilih 508 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Mesir.
Meski pemilu segera digelar namun para pengunjuk rasa yang menduduki Lapangan Tahrir, Kairo belum juga mau meninggalkan lokasi tempat unjuk rasa anti-Mubarak itu.
Mereka khawatir, militer di bawah pimpinan Jenderal Tantawi yang kini mengendalikan Mesir akan berbuat apapun demi mempertahankan kekuasaannya.
"Kami menolak menerima semua resolusi yang dikeluarkan militer, kecuali menyerahkan kekuasaan kepada pemimpin yang kami inginkan. Selanjutnya, kamilah yang akan memutuskan bentuk politik Mesir," kata Samira Husni, seorang pengunjuk rasa.
Para pengunjuk rasa masih tetap menyerukan tuntutan mereka untuk mengganti pemerintahan militer yang saat ini berkuasa dengan pemerintahan sipil.
Konsekuensi buruk
Di tempat lain sejumlah kecil massa pendukung pemerintahan sementara berkumpul untuk menyuarakan sokongan mereka untuk pemerintah saat ini.
Sementara itu, kepala pemerintahan sementara Mesir Jenderal Hussein Tantawi telah memperingatkan konsekuensi yang amat buruk menanti Mesir jika tak bisa mengatasi krisis politik saat ini.
"Mesir tengah berada di persimpangan jalan," kata Hussein Tantawi.
"Kita harus sukses secara ekonomi, politik, dan sosial atau konsekuensinya akan sangat buruk bagi negeri ini dan tentunya kita tak menginginkan itu," tambah Tantawi.
Lebih jauh Tantawi mendesak para kandidat presiden yaitu Mohammed ElBaradei dan Amr Moussa untuk mendukung calon perdana menteri yang didukung militer, politisi berusia 78 tahun Kamal Ganzouri.
Dukungan para kandidat presiden ini penting sebab menurut laporan wartawan BBC di Kairo, Jon Leyne, Kamal Ganzouri tak memiliki dukungan luas.
Penyebab utamanya adalah Ganzouri menghabiskan sebagian besar karier politiknya di masa pemerintahan Mubarak.
Dengan memilih Ganzouri sebagai calon perdana menteri, Jenderal Tantawi terang-terangan mencoba untuk menghilangkan ancaman bagi militer jika el-Baradei atau Moussa yang dikenal antimiliter berkuasa kelak.





























