Korea Utara adakan pemakaman nasional

Sumber gambar, AFP
Korea Utara menyelenggarakan upacara pemakaman nasional untuk Kim Jong-il di Pyongyang.
Tayangan televisi menunjukkan putra Kim, Kim Jong-un memimpin upacara. Ia didampingi pejabat tinggi pemerintah dan militer.
Kim Yong-nam, yang secara resmi adalah pemimpin nomor dua Korea Utara, menyampaikan pidato
Elegi dibacakan di depan ratusan ribu tentara dan warga sipil yang membungkukkan kepala di lapangan pusat Pyongyang.
Mengheningkan cipta selama tiga menit diadakan di seluruh Korea Utara dan setelah itu klakson dan sirene dibunyikan di kapal-kapal dan pabrik-pabrik untuk menandai akhir masa berkabung secara resmi.
Kim Jong-il meninggal karena serangan jantung pada tanggal 17 Desember pada usia 69 tahun, menurut media negara.
Ia memerintah Korea Utara sejak kematian ayahnya Kim Il-sung pada tahun 1994.
"Jantung kamerad Kim Jong-il berhenti berdetak...kepergiannya yang tidak terduga ini merupakan kehilangan besar bagi partai dan revolusi," kata Kim Yong-nam kepada massa.
Korea utara akan mengalihkan "kepedihan menjadi kekuatan dan keberanian 1.000 kali lebih besar di bawah kepemimpinan komrad Kim-Jong-un," katanya
Setengah tiang
Hari Rabu (28/12), ribuan orang berdiri di jalan-jalan sambil menangis sementara prosesi jenazah Kim Jong-il dilangsungkan di tengah hujan salju.
Sejumlah laporan menyebutkan rangkaian upacara ini sama dengan parade yang dilakukan saat kematian Kim Il-sung pada 1994.
Kim Jong-un yang diperkirakan berusia 20an tahun dan tidak memiliki pengalaman politik, didampingi oleh pamannya, Chang Song-taek.
Chang diperkirakan akan memegang peranan kunci untuk membantu Kim Jong-un.
Kim Jong-il -yang dikenal di Korea Utara sebagai "pemimpin tersayang"- belum menyelesaikan proses suksesi Kim Jong-un sebagai penggantinya.
Dua putra Kim yang lebih tua, Kim Jong-nam dan Kim Jong-chol, tidak terlihat dalam pemakaman itu.
Tidak ada delegasi asing yang hadir dalam upacara itu. Namun, kantor-kantor PBB di seluruh dunia memasang bendera setengah tiang.
Juru bicara PBB di New York mengatakan bendera setengah tiang diminta oleh misi Pyongyang di PBB namun bukan bagian dari protokol resmi pemakaman kepala negara manapun.





























