Pesan tahun baru Korut: bela Jong-un sampai mati

Sumber gambar, AFP
Saat negeri lain bersuka cita menyambut tahun lain dengan pesta kembang api dan pesta semalam suntuk, rakyat Korea Utara menerima pesan yang sangat berbeda. Pemerintah negeri komunis paling tertutup di dunia itu menyerukan agar warganya membela pemimpin baru mereka, Kim Jong-un, hingga titik darah penghabisan.
Pesan Tahun Baru otoritas militer negeri itu menyebut bahwa tentara, partai yang berkuasa dan rakyat harus bersatu padu untuk bertindak sebagai "tameng hidup" demi mempertahankan anak dan penerus dinasti penguasa Korea Utara, Kim Jong-il. Pesan ini disebarluaskan melalui siaran berita media milik pemerintah.
Dalam pesan yang sama disebutkan bahwa bangsa Korea Utara harus "bertindak sepenuh daya upaya" demi mencapai kemakmuran.
Kim Jong-il, yang sudah memerintah sejak 1994, meninggal dunia dilaporkan akibat serangan jantung 17 Desember lalu.
Putranya, Kim Jong-un, mengambil alih kekuasaan setelah kematiannya dan hanya dalam dua pekan dilaporkan sudah berhasil menyatukan kekuasaan di negeri itu.
Jumat lalu, Jong-un dilantik sebagai Komandan Tertinggi angkatan bersenjata yang memiliki kekuatan 1,2 juta tentara.
'Arah kebijakan'
"Muliakan tahun 2012 sebagai tahun kemenangan, tahun dimana kemakmuran akan terjadi," demikian isi pernyataan itu sebagaimana dirilis oleh Pusat Kantor Berita Korea (KCNA).
"Seluruh partai, seisi angkatan bersenjata dan semua rakyat harus lah punya keyakinan teguh bahwa mereka akan menjadi tembok penjaga dan tameng hidup dalam membela Kim Jong-un hingga mati."
Pemerintah Korut juga mengatakan tentara AS harus meninggalkan Korsel, dengan melukiskan kehadiran mereka sebagai hambatan utama menuju perdamaian di Semenanjung Korea.
Korea Utara terus-menerus menuntut AS mengubah kebijakan permusuhannya dengan pihak Utara sebelum ada perbaikan hubungan diplomatik antara Washington dan Pyongyang.
Pernyataan editorial yang pertama muncul di Pyongyang dalam setahun selalu dibaca dan diteliti dengan seksama oleh pejabat dan pengamat di kawasan ini sebagai isyarat terkait bagaimana arah kebijakan Korut selanjutnya, kata wartawan BBC, Kevin Kim, di Seoul.
Tahun ini diyakini akan membawa berkah karena menandai seratus tahun lahirnya kakek Kim Jong-un yang juga merupakan pendiri negara Korea Utara, Kim Il-sung, yang sebelumnya memerintah negeri itu selama 50 tahun.





























