Mosi percaya untuk PM Pakistan di tengah pertentangan politik

PM Yusuf Raza Gilani
Keterangan gambar, Mosi percaya diperkirakan akan mendukung sepenuhnya PM Yusuf Raza Gilani.

Parlemen Pakistan mengumumkan akan melakukan mosi percaya kepada Perdana Menteri, Yusuf Raza Gilani, pada Senin 16 Januari.

Mosi tersebut diperkirakan akan menyatakan keyakinan dan kepercayaan penuh bagi pemerintah PM Gilani, yang sedang menghadapi perdebatan terbuka dengan militer.

Pelaksanaan mosi bersamaan dengan batas waktu yang ditetapkan Mahkamah Agung bagi pemerintah untuk membuka kembali kasus-kasus korupsi yang melibatkan sejumlah tokoh politik.

Mahkamah Agung menetapkan batas waktu setelah membatalkan amnesti yang diberikan pemerintah kepada para politisi, antara lain Presiden Asif Ali Zardari.

Pengumuman mosi dukungan ini disampaikan setelah Presiden Asif Ali Zardari kembali dari kunjungan singkatnya ke Dubai.

Kunjungan satu hari tersebut sempat memicu spekulasi bahwa dia akan mengundurkan diri di tengah-tengah ketegangan politik antara pemerintah sipil dan para pemimpin militer.

Para pejabat menegaskan Presiden Zardari menghadiri sebuah acara perkawinan di Dubai, tempat dia mendapat perawatan jantung bulan lalu.

Pertemuan komite pertahanan

Kabinet Pakistan

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Pakistan sudah beberapa kali mengalami kudeta militer.

Ketegangan antara pemerintah sipil dan pemimpin militer meningkat awal pekan ini ketika militer secara terbuka memperingatkan PM Gilani atas 'potensi konsekuensi yang menyedihkan' setelah perdana menteri mengkritik para pemimpin militer dalam sebuah wawancara di media.

Gilani juga memecat menteri pertahanan yang dianggap memiliki hubungan erat dengan militer, yang tampaknya semakin memberburuk ketegangan dengan kubu militer.

Bagaimanaun ada upaya dari perdana menteri untuk meredakan ketegangan, dengan menggelar pertemuan komite pertahanan Sabtu, 14 Januari.

Pertemuan itu akan menjadi yang pertama bagi pemimpin politik dan militer untuk bertemu tatap muka sejak munculnya ketegangan politik terbaru. Kedua pihak kemungkinan akan membahas serangan NATO di pos perbatasan Pakistan.

Sejarah Pakistan beberapa kali diwarnai dengan kudeta militer, dan hubungan antara politisi dan militer naik turun dengan cepat.