Ledakan bom di kantor polisi Kandahar

Setidaknya tujuh orang tewas dan sembilan belas lainnya mengalami luka akibat ledakan bom mobil yang terjadi di kota Kandahar.
Tujuh orang tewas itu terdiri dari lima petugas kepolisian dan dua warga sipil.
Seorang petugas mengatakan ledakan itu terjadi di dekat sebuah lapangan parkir yang tidak jauh dari kantor polisi setempat.
Laporan menyebutkan jumlah angka korban kemungkinan akan terus berubah karena proses penyelamatan dan evakuasi para korban masih berlangsung.
"Ada sejumlah korban. Saat ini, kami sudah menutup jalan sekitar lokasi dan membawa yang terluka ke rumah sakit," kata petugas di wilayah itu.
Seorang warga mengatakan "ledakan besar" terjadi dan diikuti rentetan senjata yang berlangsung dalam beberapa menit.
Hingga saat ini masih belum diketahui penyebab ledakan itu.
"Saya bisa benarkan ledakan memang terjadi-sangat kuat sekali. Tapi kami belum punya banyak detail informasi lagi saat ini," kata Juru Bicara Kantor Gubernur Kandahar, Zalmay Ayubi.
Hingga saat ini masih belum ada yang mengklaim bertanggung jawab terhadap peristiwa itu.
Kandahar selama ini dikenal sebagai tanah spiritual Taliban dan dari wilayah ini pula mereka kerap melancarkan serangan terhadap tentara dan pemerintah Afghanistan.
Kekerasan di utara
Sementara itu peristiwa kekerasan lainnya terjadi di Afghanistan Utara dan menyebabkan seorang penjaga pangkalan militer AS asal Afghanistan tewas.
Kepolisian Afghanistan mengatakan penjaga itu tewas ditembak tentara AS saat tengah berjaga di pangkalan militer AS.
Tentara AS mengira penjaga asal Afghanistan yang tengah berjaga itu hendak menyerangnya sehingga dia melakukan aksi penembakan pada hari Jumat (03/02)
"Laporan awal kami menunjukan tentara Amerika tersebut melakukan penembakan karena membela diri," kata Wakil Kepala Kepolisian wilayah Sari Pul, Sayed Jahangir.
Pasukan AS yang bertugas dia Afghanistan mengatakan mereka telah mengetahui peristiwa tersebut dan tengah menyelidikinya.
Juru Bicara Militer AS, Letnal Kolonel Jimmie Cummings menolak memberikan keterangan lebih detail soal rencana penyelidikan itu.
Kasus serangan tentara Afghanistan terhadap pasukan NATO memang diitemukan belakangan ini sehingga membuat sejumlah tentara NATO memiliki sikap waspada terhadap rekan mereka asal Afghanistan.
Sebulan lalu seorang tentara Afghanistan menembak mati empat tentara asal Perancis.





























