Kofi Annan gelar pertemuan dengan Presiden Suriah

Sumber gambar, Reuters
Utusan Liga Arab-PBB Kofi Annan akan menggelar pertemuan dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad di Damaskus.
Pertemuan ini merupakan upaya diplomasi terbaru untuk mengakhiri kekerasan.
Sekjen PBB Ban Ki-moon mengatakan Annan akan meminta adanya gencatan senjata segera antara militer pemerintah dengan oposisi.
Sebelumnya, kepala badan bantuan PBB Valerie Amos mengatakan ada ''kemajuan terbatas'' dalam pemberian bantuan ke kawasan terparah di Suriah, tetapi lebih banyak upaya dibutuhkan.
Amos mengatakan dia telah meminta akses penuh di kawasan terparah akibat konflik bersenjata, tetapi pemerintah membatasi waktu bantuan.
Saat ini seruan untuk reformasi yang dimulai dengan aksi demo pro demokrasi setahun lalu telah merubah menajdi kekerasan bersenjata yang membawa Suriah ke jurang perang sipil.
PBB menyatakan lebih dari 7.500 orang tewas akibat kekerasan.
Pertemuan Annan dengan Presiden Assad dijadwalkan berlangsung Sabtu pagi waktu setempat, seperti yang diumumkan Sekjen PBB Ban Ki-moon.
Ban mengatakan dia menggelar pertemuan melalui sambungan telepon dengan Annan dan Sekjen Liga Arab Nabil al-Arabi.
"Kami bertiga mengungkapkan kepedulian yang sama, prioritas yang sama dan pendekatan yang sama,'' katanya.
"Prioritas kami, yang pertama kekerasan harus dihentikan, baik yang dilakukkan pasukan pemerintah maupun oposisi.''
"Saya mendesak Kofi Annan untuk menjamin bahwa harus ada sebuah gencatan senjata segera.''
Dia mengatakan jika gencatan senjata tidak bisa disepakati bersama, maka pasukan pemerintah harus menjadi pihak pertama yang menghentikannya, diikuti oleh oposisi.''
Ban mengatakan bahwa Annan yang merupakan mantan Sekjen PBB juga akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Walid al-Moallem di Damaskus dan kemudian bertemu pemimpin oposisi setelah meninggalkan negara tersebut hari Minggu.
PBB meminta sebuah ''dialog'' untuk mengakhiri krisis, meski kelompok oposisi telah menolak usulan dialog dengan Presiden Assad.
Ban juga menyampaikan permintaan agar Suriah mengijinkan lembaga bantuan masuk ke kawasan terparah akibat kekerasan di Baba Amr, distrik Homs.
Pembantaian

Sumber gambar, AFP
Hingga saat ini kekerasan di Suriah masih berlangsung dan lembaga pemerhati HAM mencatat 77 orang tewas sepanjang Jumat kemarin.
Dilaporkan korban tewas berasal dari Homs sejumlah 26 korban, 28 tewas di Idlib, enam di Deraa, empat di Hama, sembilan di sekitar Damaskus, dua di Latakia dan satu di Bokamal dan Aleppo.
Korban tewas di Idlib, dekat perbatasan Turki, termasuk sebuah laporan pembantaian di desa Ain Larouz.
Kelompok oposisi mengatakan pasukan pemerintah didukung oleh tank menyerang Idlib dengan target Tentara Pembebasan Suriah, FSA, militer utama pemberontak Suriah.
Sejumlah kalangan mengkhawatirkan Idlib bisa bernasib sama dengan Baba Amr.
Sementara itu dalam perkembangan lain, sejumlah pejabat militer senior Suriah dilaporkan membelot dan terbang ke Turki.
Media negara Turki mengkonfirmasikan bahwa dua jenderal, seorang kolonel dan satu petugas ada diantara 230 warga Suriah yang menyeberang perbatasan Kamis lalu.





























