Annan optimistis bisa selesaikan krisis Suriah

Assad Hitler

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Seorang pendemo membawa foto Presiden Bashar al-Assad yang disamakan dengan Adolf Hitler.

Utusan perdamaian PBB-Liga Arab Kofi Annan mengatakan dirinya optimistis krisis Suriah bisa diatasi setelah melakukan pertemuan keduanya dengan Presiden Bashar Al-Assad di Damaskus.

Annan mengatakan dia sudah menyerahkan sebuah 'proposal konkrit' kepada Assad untuk menghentikan pertumpahan darah.

Meski demikian Annan menegaskan sejauh ini belum ada perjanjian apapun yang disepakati.

"Jika proposal itu disetujui maka proposal itu bisa mendoring diluncurkannya proses untuk menghentikan krisis," kata Annan kepada wartawan usai pertemuannya dengan Assad.

"Diskusi kami terfokus pada inti proses perdamaian, penghentian kekerasan dan pembunuhan, memberi akses bantuan kemanusiaan serta memulai sebuah dialog politik," ujar mantan Sekjen PBB itu.

Diplomat Ghana yang dikenal sebagai salah satu negosiator terbaik dunia itu mengatakan dia mendesak Assad untuk segera menjalankan perubahan dan reformasi

"Anda tak bisa mengubah arah angin, jadi ubahlah arah layar," kata Annan mengutip sebuah peribahasa tua Afrika.

"Proses ini akan sulit namun kami memiliki harapan," lanjut dia.

Beberapa sebab

Mengapa Kofi Annan begitu optimistis upaya akan berbuah hasil sementara berbagai upaya internasional lain sudah dilakukan dan gagal?

Dia menegaskan dirinya memiliki sejumlah alasan untuk meyakini bahwa krisis Suriah masih bisa diatasi.

"Pertama, dalam kunjungan saya yang singkat, hampir semua orang Suriah yang saya temui menginginkan perdamaian. Mereka ingin kekerasan berhenti, mereka ingin melanjutkan hidup," papar Annan.

Meski begitu, Annan menambahkan, sebagian kecil warga Suriah tidak terlalu berharap misinya ini bisa menghentikan pertumpahan darah.

Anggota Dewan Nasional Suriah yang merupakan oposisi, Dr Bassma Kodmani kepada BBC menegaskan Assad harus turun dari jabatannya sebelum negosiasi berlangsung.

Apalagi sebelumnya Assad juga menolak bernegosiasi jika kelompok oposisi yang disebutnya sebagai teroris masih beroperasi di Suriah.

Usai bertemu Assad, Kofi Annan bertolak ke Qatar dan Turki pada Senin (12/3), masih untuk mendiskusikan krisis Suriah.

Kedua negara ini memilih posisi menentang kebijakan Presiden Assad yang menggunakan kekerasan untuk mengatasi aksi protes warganya.