Warga negara Inggris jadi informan Al Qaeda

Petugas mengamati isi tas penumpang saat pemeriksaan sinar x di bandara

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Petugas mengamati isi tas penumpang saat pemeriksaan sinar x di bandara

Pria yang menggagalkan rencana "bom pakaian dalam" oleh kelompok al-Qaeda di Yaman adalah seorang warga negara Inggris keturunan Timur Tengah, demikian dilansir media AS.

Pejabat berwenang Inggris menolak berkomentar, namun awal pekan ini AS mengatakan badan-badan asing terlibat dalam operasi ini.

Agen tersebut dikirim al-Qaeda untuk menyerang sebuah pesawat dengan tujuan AS, tetapi ia justru meninggalkan Yaman dan memberikan peledak itu kepada intelijen AS.

AS bersikeras bom itu tidak membahayakan publik.

Pemegang paspor negara-negara Barat telah lama dipandang sebagai sasaran serangan utama bagi kelompok-kelompok militan.

Namun selain melaporkan bahwa pria itu adalah warga Inggris, NBC News di AS juga mengatakan bahwa badan-badan intelijen Inggris "sangat terlibat" dalam perekrutannya.

Wartawan BBC Paul Adams di Washington mengatakan bukan hal yang aneh bagi badan-badan intelijen untuk menjelaskan detil operasi masing-masing.

Jika benar, terungkapnya rahasia agen yang menyamar itu bisa menimbulkan pertanyaan terhadap badan-badan intelijen Inggris, kata dia.

'Lolos pemeriksaan bandara'

Detil operasi itu terkuak pekan ini. Intelijen AS mengetahui rencana serangan kelompok al-Qaeda di Jazirah Arab (AQAP) yang berbasis di Yaman dengan sasaran pesawat tujuan AS.

Senjatanya adalah bom canggih yang disembunyikan di pakaian dalam penumpang, versi terbaru dari bom serupa pada 2009 yang berhasil lolos dari pemeriksaan keamanan bandara.

Bom itu konon memiliki dua jenis detonator dan tidak memiliki bagian yang berbuat dari logam, atau lebih modern dari alat serupa yang gagal meledak pada Natal 2009.

Calon pelaku pengeboman itu ternyata adalah agen rahasia yang direkrut untuk menembus kelompok itu.

Saat ia ditugaskan oleh al-Qaeda untuk melakukan misi bunuh diri, agen itu pergi dari Yaman dan mengantar bom itu kepada badan intelijen AS CIA.

Agen tersebut dilaporkan kini berada di Arab Saudi sementara para analis FBI di AS mempelajari peledak itu.