PBB kutuk serangan bom Yaman

Dewan Keamanan PBB mengutuk serangan bom bunuh diri di ibukota Yaman, Sanaa yang menewaskan 90 tentara.
Dalam pernyataannya DK PBB menggambarkan serangan tersebut sebagai ''tindakan keji'' dan berjanji untuk memerangi ''segala bentuk terorisme''.
Sekjen PBB Ban Ki-moon juga mengeluarkan pernyataan pribadi terkait serangan dan meminta semua pihak di Yaman untuk menolak kekerasan dan ''memainkan peran sepenuhnya yang membangun dalam menjalankan kesepakatan transisi politik Yaman''.
Presiden Yaman Abd Rabbo Hadi Mansour berjanji akan melakukan tindakan yang lebih tegas terhadap militan.
"Perang atas terorisme akan berlanjut sampai mereka tumbang dan ditumpas sepenuhnya, meski dengan pengorbanan,'' kata Hadi seperti yang dilaporkan kantor berita Saba.
Presiden Hadi, yang menjabat Februari, telah berjanji untuk mengusir militan dari provinsi yang paling bergolak dan tak patuh hukum di bagian selatan Yaman.
Salah satu provinsi kawasan selatan, Abyan, dikuasai oleh Ansar al-Sharia - sebuah cabang Al-Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP) - sejak tahun lalu.
'Biadab'

Sumber gambar, Reuters
Serangan bom ini juga dikutuk oleh pemimpin dunia lainnya.
AS menyatakan serangan tersebut sebagai tindakan ''pengecut'' dan ''tercela'', sementara Presiden Prancis Francois Hollande menggambarkan serangan tersebut sebagai ''biadab''.
Ledakan Senin kemarin menyerang tentara yang sedang berlatih untuk parade militer perayaan Hari Persatuan Nasional Yaman yang akan berlangsung Kamis (24/05).
Selain menewaskan 90 orang, Kementerian Pertahanan menyatakan 222 orang lainnya mengalami luka-luka.
Sejumlah saksi mata mengatakan pembom bunuh diri menggunakan seragam militer dengan sabuk bahan peledak di bawahnya.
Dokter lokal Mohsen al-Dhahari mengatakan rumah sakit Sanaa kewalahan dalam menangani korban ledakan.
"Kebanyakan menderita luka-luka di kepala, lusinan lainnya mengalami kelumpuhan,'' katanya.
"Kami memperkirakan korban meninggal akan bertambah. Kebanyakan yang terluka adalah remaja laki-laki.''
Cabang Al-Qaeda di Yaman mengklaim salah seorang anggotanya yang melancarkan serangan di lapangan dekat istana kepresidenan tersebut.
Dalam sebuah forum jihad di internet mereka mengatakan serangan itu ditujukan bagi ''menteri pertahanan dan pemimpin AS lainnya karena memerangi orang kami di Abyan''.
"Meski menteri pertahanan Mohammed Nasser Ahmed dan para pembantunya lolos dari serangan kali ini, kami tidak akan lelah.''
"Kami dalam perang untuk membela darah kami yang dilanggar di Abyan, dan perang hanya akan melahirkan perang,'' demikian isi pernyataan tersebut.





























