PM India memulai kunjungan tiga hari ke Burma

Manmohan Singh

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Di bawah pemerintahan Manmohan Singh, India menyambut kedatangan Jenderal Than Shwe tahun 2010.

Perdana Menteri India, Manmohan Singh, memulai kunjungan resminya ke Burma, Minggu 27 Mei -yang merupakan kunjungan pertama PM India ke Burma sejak tahun 1987.

Selama tiga hari di Burma, Singh akan bertemu dengan Presiden Thein Sein dan pemimpin oposisi Aung San Suu Kyi , yang ibunya dulu pernah bertugas sebagai duta besar Burma untuk India.

Singh mengharapkan kedua negara -yang memiliki perbatasan sepanjang 1.600km- bisa meningkatkan hubungan perdagangan dan diplomasi.

"Perdagangan yang lebih kuat, hubungan invitasi, dan pengembangan kawasan perbatasan, serta peningkatan hubungan antara kedua negara dan pembangunan kapasitas serta sumber daya manusia adalah wilayah-wilayah yang saya harapkan menjadi fokus dalam kunjungan saya." kata Singh dalam sebuah pernyataan menjelang keberangkatannya ke Burma.

Sejumlah para pengusaha terkemuka India, termasuk Sunil Bharti Mittal dari industri mobil Bharti Airtel- ikut dalam rombongan Perdana Menteri India ke Burma.

Hubungan Burma dan India tidak selalu berlangsung mulus dan pemerintah Delhi pada awal 1990-an secara terbuka menyatakan dukungan kepada Aung San Suu Kyi, yang menang dalam pemilu yang kemudian dibatalkan oleh rezim militer.

Namun Manmohan Singh mengubah kebijakan atas Burma secara drastis dan menyambut penguasa militer Jenderal Than Shwe dalam kunjungan kenegeraan ke India pada tahun 2010.

Menanggapi Cina?

Para pengamat mengatakan kunjungan Singh ini bisa dilihat sebagai upaya menekankan eratnya kaitan budaya dan sejarah antara India dan Burma sebagai tanggapan atas semakin kuatnya pengaruh Cina di kawasan Asia.

Sebelum kunjungan Singh ini, India sudah menandatangani kesepakatan dalam kerja sama eksplorasi sumber gas Burma dan perusahaan-perusahaan swasta India ikut membangun beberapa pelabuhan dan prasarana lainnya.

Bagaimanapun Cina masih mendominasi eksplorasi minyak dan gas Burma dan terlibat dalam pembangunan jalan raya, pipa minyak, dan fasilitas pelabuhan.

Pekan lalu, India mengumumkan langkah simbolis berupa peningkatan hubungan transportasi antara kedua negara, termasuk trayek layanan bis pertama yang melintasi perbatasan kedua negara.

Saat ini India merupakan pasar ekspor terbesar ketiga Burma, di bawah Cina dan Thailand.

Reformasi yang ditempuh pemerintah Burma -yang terbentuk lewat pemilihan umum 2010- mulai membuka negara ini dari isolasi masyarakat internasional dan sejumlah negara Barat tampaknya juga mulai melirik untuk menanam modal di negara itu.