DK PBB pertahankan misi di Suriah

Suriah

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Para pemberontak dan pasukan pemerintah berperang di Damaskus.

Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat memutuskan untuk mempertahankan misi pemantauan di Suriah sampai "30 hari".

Bagaimanapun, para anggota sepakat agar misi itu dapat diperpanjang jika penggunaan senjata berat dan pertempuran mereda.

Para pemantau telah menghentikan sementara pekerjaan mereka menyusul peningkatan kekerasan di Suriah.

Sementara itu, peperangan telah mencapai wilayah Damaskus, dan ribuan orang Suriah mengungsi ke negara tetangga.

Pasukan pemerintah di ibukota dilaporkan telah melancarkan serangan ke basis pertahanan pemberontak.

Mereka telah mengambil alih distrik Midan dan diperkirakan akan menlancarkan serangan ke wilayah timur Jubar.

Presiden Bashar al-Assad menerjunkan kembali pasukan untuk menghentikan kerusuhan di ibukota.

Kamis lalu, pemberontak telah menguasai wilayah perbatasan Suriah dengan Irak dan Turki.

Jumat (20/7) lalu, pertempuran terjadi di kota besar Aleppo, seperti dikatakan aktivis.

Sebelumnya, serangan terjadi Rabu lalu menewaskan empat orang anggota senior rezim, termasuk kepala keamanan nasional Hisham Ikhtiar, yang tewas who died from his injuries on Friday.

Perpanjangan akhir

Pemungutan suara dilakukan PBB beberapa jam setelah negosiasi berlangsung diantara anggota dewan keamanan.

Rusia mengancam untuk memveto draf resolusi usulan Inggris, tetapi duta besar Moskow Vitaly Churkin akhirnya mendukung naskah revisi itu.

Resolusi akan mengakhiri misi pemantauan dalam 30 hari. Mandat itu kemudian dapat diperbaharui, tetapi jika hanya Sekjen PBB Ban Ki-moon dan dewan keamanan dapat mengkonfirmasi kedua pihak mematuhi syarat yang ditetapkan dalam rencana gencatan senjata yang didukung oleh PBB.

Duta besar Inggris, Mark Lyall Grant, mengatakan setelah pemungutan suara:" Kami menyatakan dengan jelas bahwa ini merupakan perpanjangan akhir kecuali jika ada perubahan dinamis di lapangan.

Presiden Assad

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Presiden Assad sempat diberitakan terluka dalam serangan pekan ini, tapi muncul dalam pelantikan pejabat.

"Dan terutama bahwa harus ada penghentian penggunaan senjata berat dan bahwa harus ada penurunan kekerasan sehingga pemantau dapat menjalankan mandat mereka," kata dia.

Duta besar PBB Susan Rice mengatakan bahwa "tidak mungkin" kekerasan di Suriah dapat berkurang, sehingga membuat PBB dapat melanjutkan misinya.

Dia mengatakan bahwa Washington " pilihan kuat" adalah sebuah resolusi yang memuat sanksi.

Bagaimanapun, Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan bahwa negara barat jangan mengambil aksi melawan Suriah diluar keputusan Dewan Keamanan.

Juru bicaranya Dmitry Peskov mengatakan:" Dalam pendapat presiden Rusia, segala upaya untuk bertindak diluar Dewan Keamanan PBB akan tidak efektif dan hanya akan mencederai kewenangan organisasi internasional ini."

Kamis, Rusia dan Cina memveto resolusi bagi Suriah untuk yang ketiga kalinya dalam sembilan bulan.

Dalam resolusi yang didukung oleh negara barat, Suriah akan terancam sanksi non militer - mengacu pada bab tujuh piagam PBB - jika gagal untuk menarik pasukan dan senjata berat dari permukiman.

Pengungsi meningkat

Pengungsi Suriah

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Pengungsi Suriah yang menuju Lebanon dari perbatasan dua negara, meningkat.

Sementara itu, situasi diperbatasan Suriah semakin memburuk, Badan PBB untuk pengungsi UNHCR mengatakan bahwa ribuan orang telah menyebrang melalui perbatasan ke Lebanon.

"Situasi pengungsi telah menjadi dramatis dengan adanya kekerasan di Damaskus," kata juru bicara UNHCR Melissa Fleming.

"Kami punya jumlah orang yang mengungsi mencapai 9.000 sampai 30.000 orang ke Lebanon melalui perbatasan dalam 48 jam terakhir.

UNHCR menyatakan kepada kantor berita AFP disebutkan telah tiba di Yordania mencapai 2.500 selama empat hari terakhir, dan menambahkan sekitar 35.000 telah terdaftar sebagai pengungsi Suriah disana.

Sekitar 140.000 orang Suriah diperkirakan telah mengungsi ke Yordania sejak penolakan terhadap rezim Presiden Assad mulai Marei lalu.

Pemerintah Yordania telah membangun sejumlah kamp pengungsian bagi warga Suriah.

Sementara itu di Irak, dilaporkan warga Suriah mencapai lebih dari 3.000 orang dalam 24 jam terakhir.