Bulan Sabit Merah mundur dari Aleppo

Pasukan Suriah

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Pasukan pemerintah Suriah terus melakukan gempuran di Aleppo Jumat (27/07).

Organisasi Bulan Sabit Merah menarik staf asing dari kota Aleppo, Suriah dan menyerukan pasokan darah di tengah persiapan pasukan pemerintah untuk melakukan serangan besar terhadap pemberontak.

Beberapa kawasan di Aleppo diserang pada Kamis (26/07) malam dan ribuan tentara mengelilingi kota.

Komisaris HAM PBB Navi Pillay mengatakan ia sangat khawatir atas kemungkinan terjadinya bentrokan besar.

Pillay mengatakan ia menerima "berita yang belum dapat dikonfirmasi tentang kekejaman termasuk pembunuhan semena-mena dan penembakan terhadap warga sipil oleh penembak jitu" di Damaskus.

Ia menyerukan kedua belah pihak agar memikirkan rakyat sipil.

Banyak warga yang telah melarikan diri dari kota kedua terbesar di Suriah itu, termasuk Ikhlas al-Badawi, yang mewakili Provinsi Aleppo di majelis Suriah.

Al-Badawi melintas perbatasan ke wilayah Turki dan menjadi anggota pertama majelis Suriah yang membelot.

Tinggal menunggu waktu

Sementara itu mantan kepala misi pengawas PBB di Suriah mengatakan kejatuhan pemerintahan Presiden Bashar al-Assad hanya menunggu waktu.

Namun Jenderal Robert Mood yang meninggalkan Suriah pekan lalu mengatakan mundurnya Assad bukan berarti berakhirnya konflik yang telah terjadi selama 16 bulan terakhir.

"Menurut saya, hanya tinggal tunggu waktu sebelum rezim yang menggunakan perlengkapan berat militer dalam menghadapi penduduk sipil, jatuh," kata Jenderal Mood yang berasal dari Norwegia, kepada kantor berita Reuters.

Pasukan Suriah terus menggempur kota Aleppo Jumat (27/07).

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengatakan mereka khawatir pasukan pemerintah bersiap melakukan pembantaian di kota.

Surat kabar propemerintah al-Watan memperingatkan "perang besar" akan dimulai.