Korut bantah akan ubah kebijakan politik

Kim Jong-un

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Publikasi foto Kim Jong-un dan istrinya disebutkan mengisyarakatkan adanya perubahan.

Korea Utara membantah keras laporan dari Korea Selatan mengenai adanya rencana mengubah kebijakan politik yang akan mengarah ke reformasi dan keterbukaan negara itu.

Sebuah badan pemerintah membantah laporan dan menyebutkan "menggelikan" bahwa pemimpin sekarang berbeda dengan masa lalu.

Sejumlah analis memperkirakan bahwa pencopotan jenderal tinggi di Korea Utara merupakan sinyal adanya upaya untuk reformasi ekonomi.

Kim Jong-un menggantikan ayahnya, Kim Jong-il, pada Desember lalu.

Kim, diperkirakan berusia 20an tahun, memperlihatkan pribadi yang hangat, dia difoto ketika bersenang-senang di taman hiburan rakyat dan konser pop bersama istrinya.

Bersamaan dengan itu, pimpinan militer Jenderal Ri Yong-ho telah dicopot, dan menimbulkan harapan di Korea Selatan bahwa pemimpin Korea Utara itu kemungkinan berencana untuk membuka hubungan dengan Korea Selatan, dalam bidang ekonomi.

Bagaimanapun, seorang juru bicara Korea Utara dari Komite Perdamaian Reunifikasi Korea, yang merundingkan hubungan antar negara itu, membantah spekulasi dalam sebuah wawancara di kantor berita milik pemerintah KCNA, pada Minggu.

Dia mengatakan bahwa Kim Jong-un akan mengikuti kebijakan yang dilakukan ayahnya yaitu "mendahulukan tindakan militer" dan akan membangun "masyarakat yang hidup dengan kenyamanan dibawah sosialisme".

"Kelompok boneka (Korea Selatan )....mencoba untuk memberi gambaran bahwa pemimpin DPRK (Korea Utara) akan melanggar aturan masa lalu. Ini sangat bodoh," kata juru bicara itu.

"Untuk mengharapkan perubahan dan reformasi dan keterbukaan dari DPRK adalah tidak mungkin selain merupakan kebodohan dan mimpi yang lucu, seperti mengharapkan matahari terbit dari barat."

Dia menuduh Seoul mencoba untuk mendorong kapitalisme di Pyongyang dengan reformasi dan keterbukaan.

Analis Asia BBC Charles Scanlon mengatakan pernyataan itu jangan dilihat dari permukaan saja.

Dia menambahkan reformasi selalu menjadi haram bagi pejabat Korea Utara, dia menambahkan, kata itu mereka samakan dengan kemenangan bagi musuh kapitalis mereka di Selatan.

Koresponden BBC mengatakan tekanan eksternal untuk perubahan di Korea utara.