Pemegang saham BP ingin aset dijual

Sumber gambar, Reuters
Sejumlah pemegang saham besar BP meminta agar perusahaan raksasa di bidang energi ini menjual hingga setelah asetnya sebagai upaya restrukturisasi radikal.
BP telah menjual aset senilai US$24 miliar berdasarkan rencana untuk menjual aset bernilai US$30 miliar pada akhir 2011 untuk membayar ganti rugi kebocoran minyak di Teluk Meksiko.
Namun koran Sunday Times mengatakan sebagian dari 20 investor terbesar perusahaan ini menginginkan penjualan aset lain senilai US$30 miliar.
BP mengatakan "mantap" dengan tingkat dana yang dikumpulkan sekarang.
"Dana US$30 miliar akan menutup ongkos operasi pembersihan Teluk Meksiko dan dana kompensasi," ujar seorang juru bicara.
'Berarti besar'
Direktur Utama BP Bob Dudley mengatakan pada bulan Juli tahun lalu bahwa perusahaan ini akan keluar dari krisis kebocoran minyak Teluk Meksiko sebagai "perusahaan yang lebih kecil dan lebih bijak".
Seorang investor dikutip Sunday Times mengatakan: "Penjualan aset baru-baru ini memperlihatkan banyak pembeli aset-aset itu dan ini merupakan kesempatan luar biasa untuk menjual setengah perusahaan itu.
"Ini merupakan upaya mengecilkan perusahaan ke arah perusahaan dengan ukuran dimana investasi bruto berarti besar."
Laporan koran ini juga mengatakan sejumlah investor telah mengajukan kekhawatiran baru mengenai pemimpin BP, Carl-Henric Svanberg.
Namun BP mengatakan: "Dia baru mendapatkan suara 92% saat terpilih menjadi pemimpin satu tahun lalu. Dibandingkan tahun 2010, ini merupakan dukungan kuat dari pemegang saham."
Minggu lalu Svanberg terpilih kembali di pertemuan tahunan pemegang saham yang diwarnai dengan aksi demonstrasi dari nelayan Amerika Serikat dan anggota serikat buruh serga pegiat lingkungan Inggris.





























