Pejabat Cina didesak pakai Twitter

Sumber gambar, PA
Cina mendesak para pejabatnya untuk berbicara kepada masyarakat melalui micro-blog seperti Twitter.
Seruan itu muncul dalam komentar di Harian Rakyat, corong Partai Komunis Cina.
Di negara dimana kebebasan berbicara sangat dibatasi, micro-blog dan internet biasanya menjadi saluran untuk mengekpresikan pendapatnya.
Menurut wartawan BBC di Beijing, Michael Bristow komentar itu merupakan perubahan cara pemerintah berhubungan dengan rakyat.
Artikel itu menyebutkan penggunaan blog mikro itu untuk memahami masyarakat.
Namun demikian para pejabat ini perlu menguasai dulu cara berkomunikasi melalui internet.
Penyebabnya, mereka biasanya berbicara resmi dengan bahasa klise dan kurang bermakna.
Cara pakai Twitter
Koran Harian Rakyat ini memberikan saran kepada mereka bagaimana cara mengirimkan pesan Twitter.

Sumber gambar,
Jangan dengan kata-kata kosong atau istilah-istilah baku, tulisnya.
Sekarang ini blog mikro seperti Twitter sangat populer di Cina.
Mereka mengekspresikan pendapatnya yang belum pernah terjadi sebelumnya bahkan banyak melontarkan kritik kepada pemerintah.
Misalnya ketika terjadi kecelakaan kereta cepat yang menewaskan 40 orang banyak orang berkomentar.
Keberadaan blog mikro ini merupakan tantangan baru bagi pemimpin Cina yang tidak dipilih rakyat.
Para pemimpin Cina ini disebut tidak terbiasa berbicara langsung kepada rakyat mengenai apa yang dirasakannya.
Jawaban dari penguasa adalah para pejabat ini harus ikut bergabung menggunakan blog mikro.
Namun menurut wartawan BBC, seruan ini melupakan satu hal.
Masyarakat marah dan micro-blog hanya cara untuk melampiaskan perasaanya.
Seharusnya yang terjadi adalah menyelesaikan masalah utamanya sehingga keluhan itu berkurang.





























