Harga emas di Asia naik sampai S$1.911 per ons

Emas

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Emas menjadi investasi aman di tengah-tengah kekhawatiran akan kelesuan ekonomi.

Harga emas naik di atas US$1.900 per ons untuk pertama kalinya ditengah-tengah kekhawatiran yang makin meningkat atas melesunya perekonomian dunia.

Dalam perdagangan awal di pasar Asia, Selasa 23 Agustus, harga emas mencapai US$1.911,46 per ons atau naik 0,8% dibanding harga pada hari sebelumnya.

Kekhawatiran akan melambatnya perekonomian Amerika Serikat dan krisis hutang di Eropa mendorong meningkatnya permintaan atas emas, yang dianggap sebagai investasi yang aman di tengah-tengah ketidakpastian.

Dan para pengamat menduga harga emas masih akan terus meningkat.

"Untuk sementara, para investor melihat emas sebagai tempat yang aman dalam periode yang bermasalah dan akan tetap seperti itu sampai kita melihat sesuatu yang positif dan berkersinambungan," tutur Darren Heathcote dari Investec Australia.

Dia menambahkan bahwa hingga kini masih belum terdengar berita baik dari Amerika Serikat dan Eropa sehingga pasar belum yakin.

Ada yang memperkirakan harga emas akan bisa mencapai US$2.000 per ons di penghujung tahun ini.