Balap bajaj ASEAN berakhir di Krabi, Thailand

Sumber gambar, Getty
Lomba balap bajaj negara perhimpunan Asia Tenggara, ASEAN, berakhir di pulau Krabi Thailand untuk menghindari banjir yang melanda ibukota Bangkok.
Lomba "Balap bajaj ASEAN" ini diikuti oleh 28 tim 10 negara anggota ASEAN, dengan rute sejauh 3000km dimulai dari Jakarta dan sedianya berakhir di Bangkok.
"Dari 25 bajaj yang berhasil sampai ke Krabi, 10 diantaranya diangkut truk karena rusak berat dan tidak dapat diperbaiki lagi," kata salah seorang peserta dari Singapura yang dipanggil KJ, kepada BBC.
Balap bajaj ASEAN ini dimulai secara resmi 16 Oktober lalu di kantor Sekretariat ASEAN di Jakarta dan berakhir dini hari Minggu (30/10) di Krabi.
"Sangat sulit perjalanan yang kami tempuh, karena bajaj tidak bisa cepat dan hanya mampu menempuh 40 km per jam," kata KJ.
"Sementara di Sumatra, banyak jalan yang tidak bagus, berlubang, dan hanya satu jalur. Jadi risikonya cukup besar," tambahnya.
Para peserta, kata KJ, menempuh jarak setidaknya 400 kilometer per hari.
Ia mengatakan bajaj yang digunakannya enam kali rusak sepanjang perjalanan dan begitu sampai perbatasan Thailand harus diangkut truk karena tidak dapat diperbaiki lagi.
Dari Medan, para peserta naik feri ke Malaysia dan kemudian ke Krabi Thailand.
Namun KJ mengatakan sepanjang perjalanan banyak yang menyambut karena mengetahui bahwa balap ini adalah acara khusus karena bajaj-bajaj dilengkapi dengan bendera ASEAN dan berbagai atribut lain.
KJ dan rekan-rekan dari Singapura mengumpulkan dana sebanyak $15.000 Singapura untuk badan amal Care Singapore yang bergerak membantu anak-anak muda yang kurang beruntung.





























