BT menggugat Google karena mencuri hak paten

Sumber gambar, Reuters
Perusahaan telekomunikasi Inggris, BT, menggugat Google di Amerika Serikat karena dianggap telah mencuri enam paten miliknya.
Gugatan BT terpusat pada teknologi yang antara lain menjadi inti dari sistem Android milik Google maupun situs pencarian.
"BT mengukuhkan telah menempuh prosedur hukum melawan Google dengan menyerahkan gugatan kepada Pengadilan Distrik Delaware karena pencurian paten," tulis pernyataan BT.
"Hal ini untuk melindungi investasi BT dalam hak kekayaan intelektual dan inovasinya. Gugatan ini penuh pertimbangan dan kami yakin ada kasus pencurian paten yang kuat."
Langkah yang ditempuh BT memperpanjang serangan atas Android setelah gugatan hukum yang dilancarkan Apple, Microsoft, Oracle, dan beberapa perusahaan lain.
BT mengatakan dalam waktu dua dekade belakangan, mereka melakukan investasi besar dalam bidang teknologi telepon genggam serta layanan terkait. Hingga saat ini BT mengaku memiliki 5.600 paten maupun yang sedang dalam pengajuan hak paten.
Dan beberapa paten, menurut BT, telah diambil oleh mesin pencari Google, sistem Android, situs jejaring sosial Google+, buku internet, peta, Gmail, sistem manajemen iklan Doubleclick maupun program pendaftaran iklan Adwords, dan layanan lainnya.
Uang besar
Enam paten yang dimaksud mencakup layanan berdasarkan lokasi, navigasi dan informasi terarah, serta akses yang bisa disesuaikan secara pribadi untuk layanan dan konten.
Salah satu contoh pencurian paten yang dimaksud BT adalah kemampuan Android untuk mengunduh musik jika sebuah telepon pintar terhubung dengan jaringan internet tanpa kabel -atau wi-fi- namun mencegah pengunduhan musik jika hanya terhubungkan melalui 3G.
Contoh lainnya adalah kemampuan peta Google untuk memberi informasi yang berbeda sesuai dengan level pembesaran (zoom) yang berbeda pula.
Google sudah mengeluarkan pernyataan untuk menghadapi gugatan yang diajukan BT.
"Kami yakin gugatan ini tidak akan membawa hasil dan kami akan mempertahankan dengan penuh semangat," kata seorang juru bicara Google.
Para ahli hukum mengatakan perluasan pesat layanan Google dengan menggunakan beragam teknologi membuat gugatan-gugatan hukum atas paten menjadi tidak bisa dihindari.
"Ada uang yang banyak dan pasar yang besar dalam layanan telepon genggam dan ada pertarungan besar untuk merebut pangsa pasar," kata Vicki Salmon, Ketua Institut aksa Paten Tercatat di Inggris kepada BBC.
"Dalam situasi itu, BT mungkin sudah memberikan lisensi teknologinya kepada beberapa pihak namun belum mendapatkan royalti yang diinginkan. Jadi ada banyak pertarungan di sini tentang siapa yang mendapat pangsa pasar," tambahnya.
Kompleksitas gugatan

Sumber gambar, AP
BT tidak bersedia mengukuhkan pihak-pihak yang sudah mendapat lisensi teknologi telepon genggam mereka selain menegaskan memang pernah menjual beberapa paten kepada pihak ketiga.
Seorang konsultan teknologi, Florian Mueller, dalam blognya sudah mengangkat berita bahwa gugatan Apple atas HTC -perusahaan Taiwan yang memproduksi telepon genggam yang menggunakan Android- lima bulan lalu didasarkan pada paten 'komputer genggam' yang mereka beli dari BT pada tahun 2008.
BT juga tidak bisa memastikan apakah akan melakukan gugatan hukum yang sama di pengadilan Eropa.
Menurut Vicki Salmon, BT mungkin masih menunggu keputusan di Amerika Serikat.
"Jika Anda mengupayakan penjuakan produk, kadang Anda membutuhkan untuk pergi dari satu negara ke negara lain dan menutup setiap penjualan, namun jika Anda bisa memukul di pangkalan produksi anda tidak usah harus menggugat di tiap negara," jelasnya.
Di masa lalu, gugatan hukum BT sehubungan dengan patennya tidak terlalu berhasil.
Tahun 2002, pengadilan di Amerika Serikat menolak gugatan hukum atas Prodigy Communications, yang menurut BT mengambil paten dalam hyperlinks internet.
Di sisi lain pengambilalihan Motorola Mobility oleh Google akan membuat kasusnya semakin sulit karena akan membuat Google memiliki lebih dari 17.000 paten milik Motorola.
Dengan demikian terbuka pula kemungkinan gugatan balik dari Google jika bisa menemukan bahwa BT mengambil hak paten milik Motorola.





























